Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR014, Kuponnya 5,47 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 26 Februari 2021 | 13:44 WIB
Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR014, Kuponnya 5,47 Persen
Ilustrasi: Kementerian Keuangan. (Setkab.go.id)

Suara.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan resmi menawarkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Ritel seri SR014 kepada investor lokal mulai hari ini, Jumat (26/2/2021).

Surat utang itu ditawarkan dengan tenor tiga tahun dan imbal hasil sebesar 5,47 persen per tahun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, penerbitan SR014 ini merupakan yang pertama di 2021.

"Pada hari ini kami membuka masa penawaran sukuk ritel seri SR014, yang merupakan penerbitan sukuk ritel pertama tahun 2021, dimana masyarakat luas diberi kesempatan secara luas untuk membeli secara online atau elektronik melalui 30 mitra distribusi," ucap Luky dalam acara 'Virtual Launching Sukuk Ritel Seri SR014," Jumat (26/2/2021).

Luky menjelaskan periode masa penawaran dimulai hari ini, Jumat (26/2/2021) dan berakhir pada 17 Maret 2021.

"Fitur utama dari sukuk ritel seri SR014 adalah bisa ditransaksikan di pasar sekunder dengan holding periode selama 3 kali pembayaran," katanya.

Nilai pembelian minimum untuk SR014 adalah sebesar Rp 1 juta berlaku kelipatan dengan maksimum pembelian sebesar Rp 3 miliar. Perdagangan sukuk ritel ini di pasar sekunder juga dibatasi hanya untuk investor domestik.

"Ini sesuai dengan upaya pemerintah untuk memperdalam upaya basis investor domestik khususnya investor ritel," ucapnya.

Lebih lanjut, Luky mengatakan sukuk ritel juga diminati oleh milenial, oleh karena itu penjualan sukuk ritel ini telah menyesuaikan karakteristik milenial, yang bisa dibeli kapanpun dengan harga terjangkau, minimal Rp 1 juta.

Proses pemesanannya dilakukan di 30 mitra distribusi melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan setelmen.

Berikut 31 mitra distribusi resmi sukuk SR014:

  1. Bank Central Asia
  2. Bank CIMB Niaga
  3. Bank Commonwealth
  4. Bank Danamon Indonesia
  5. Bank DBS Indonesia
  6. Bank HSBC Indonesia
  7. Bank Mandiri
  8. Bank Maybank Indonesia
  9. Bank Mega
  10. Bank Negara Indonesia
  11. Bank OCBC NISP
  12. Bank Panin
  13. Bank Permata
  14. Bank Rakyat Indonesia
  15. Bank Tabungan Negara
  16. Bank UOB Indonesia
  17. Citibank
  18. Standard Chartered Bank
  19. Bank Syariah Indonesia
  20. Bank Muamalat
  21. Bahana Sekuritas
  22. BRI Danareksa Sekuritas
  23. Mandiri Sekuritas
  24. Trimegah Sekuritas Indonesia
  25. Bareksa Portal Investasi
  26. Nusantara Sejahtera Investama (Invisee)
  27. Star Mercato Capitale (Tanamduit)
  28. Investree Radhika Jaya
  29. Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)
  30. Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dana PEN Rp 699 Triliun Dialokasikan ke 5 Bidang Ini

Dana PEN Rp 699 Triliun Dialokasikan ke 5 Bidang Ini

Bisnis | Jum'at, 26 Februari 2021 | 08:15 WIB

Rasio Utang Nyaris 40 Persen, Kemenkeu: Pengelolaan Defisit Moderat

Rasio Utang Nyaris 40 Persen, Kemenkeu: Pengelolaan Defisit Moderat

Bisnis | Rabu, 24 Februari 2021 | 16:28 WIB

Kemenkeu Yakin Pandemi Segera Berakhir dan Ekonomi Kembali Bangkit

Kemenkeu Yakin Pandemi Segera Berakhir dan Ekonomi Kembali Bangkit

Bisnis | Rabu, 24 Februari 2021 | 15:27 WIB

Terkini

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB