Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Ada Anggota DPR Dapat Subsidi Listrik untuk Orang Miskin

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 07 April 2021 | 15:13 WIB
Ada Anggota DPR Dapat Subsidi Listrik untuk Orang Miskin
Petugas instalasi memeriksa meteran listrik di komplek Rumah Susun Bendungan Hilir Jakarta, Jumat (9/1).

Suara.com - Penyaluran subsidi energi yang dilakukan pemerintah masih saja berantakan, pasalnya penyaluran tersebut masih saja tak tepat sasaran.

Kritikan keras itu dilontarkan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah saat rapat kerja dengan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Sosial dan Kementerian Pertanian, Rabu (7/4/2021).

Yang lebih memalukan lagi, kata Said diketahui adanya anggota DPR yang ternyata juga mendapatkan subdisi listrik dari pemerintah, padahal jelas-jelas dia adalah orang yang mampu.

"Seharusnya subsidi ini bagi mereka yang tak mampu yang miskin," kata Said.

Makanya dirinya mengusulkan agar pemerintah mengubah skema penyaluran subsidi ini menjadi penyaluran subsidi secara tertutup atau langsung kepada penerima manfaat. Ini dilakukan untuk semua subsidi, baik listrik maupun LPG.

Tak hanya itu data-data penerima subsidi juga harus akurat dan sesuai dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dimiliki oleh Kementerian Sosial.

"Keinginan kita mempertajam subsidi ini supaya tepat sasaran dan mempermudah akses masyarakat mendapat subsidi itu," paparnya.

Dia memaparkan, untuk tahun lalu ada sebanyak 23,9 juta pelanggan 450 VA yang mendapatkan subsidi listrik. Padahal di DTKS yang berhak mendapatkan manfaat harusnya 12,6 juta pelanggan saja.

Artinya, ada banyak masyarakat yang seharusnya tidak mendapatkan tapi ikut menikmati.

"Subsidi ke depan harus fix. Tidak bisa lagi menyesuaikan kalau dia naik, kemudian ikut naik. Tidak fair kalau kita bicara subsidi untuk orang miskin tapi tidak propone, karena hanya 26 persen yang menerima," kata dia.

Sementara itu, untuk subsidi LPG, Said menilai ini juga masih belum tepat sasaran karena yang menikmati masih banyak dari kalangan orang kaya.

Penyaluran subsidi LPG tidak tepat sasaran ini disebabkan karena masih dilakukan secara terbuka. Ini juga yang menyebabkan kenaikan anggaran setiap tahunnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Tagihan Listrik dengan Mudah dan Cepat, Ikuti 3 Cara Ini

Cek Tagihan Listrik dengan Mudah dan Cepat, Ikuti 3 Cara Ini

News | Senin, 05 April 2021 | 20:50 WIB

Listrik Belum Juga Nyala Pasca Bencana Alam, Kota Kupang NTT Gelap Gulita

Listrik Belum Juga Nyala Pasca Bencana Alam, Kota Kupang NTT Gelap Gulita

Jakarta | Senin, 05 April 2021 | 20:38 WIB

Superstar Itu Ditemukan Tak Bernyawa oleh Seorang Tukang Listrik

Superstar Itu Ditemukan Tak Bernyawa oleh Seorang Tukang Listrik

Jabar | Senin, 05 April 2021 | 10:43 WIB

Terkini

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:55 WIB

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:46 WIB

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB