Surplus Neraca Perdagangan Perlu Diwaspadai

Iwan Supriyatna

Sabtu, 17 April 2021 | 08:53 WIB
Surplus Neraca Perdagangan Perlu Diwaspadai
Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Senin (6/5/2019). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada maret surplus 1,56 miliar dolar AS. Angka tersebut diperoleh dari selisih nilai ekspor Maret 2021 sebesar 18,35 miliar dolar AS, dan impor Maret 2021 senilai 16,79 miliar dolar AS.

Menurut Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, surplus ini berkat kinerja ekspor pada Maret 2021 yang tumbuh dua digit, naik 20,31 persen dibanding bulan Februari yang senilai 15,26 miliar dolar AS.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan ekspor yang tinggi baik dari sektor pertanian, industri, maupun tambang.

Sementara untuk impor Indonesia pada Maret 2021, mencapai mencapai 16,79 miliar dolar AS, naik 26,55 persen dibandingkan Februari 2021 atau naik 25,73 persen dibandingkan Maret 2020.

Impor migas Maret 2021 senilai 2,28 miliar dolar AS, naik 74,74 persen dibandingkan Februari 2021 atau naik 41,87 persem dibandingkan Maret 2020.

Sementara impor nonmigas Maret 2021 senilai 14,51 miliar dolar AS, naik 21,30 persen dibandingkan Februari 2021 atau naik 23,52 persen dibandingkan Maret 2020. Sehingga dengan surplus sebesar 1,57 miliar dolar AS pada Maret 2021 ini menjadikan surplus terbaik sejak 2 tahun terakhir.

"Surplus kita lebih baik dibandingkan dua tahun lalu," kata Kecuk.

Namun demikian, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menyebut bahwa data surplus itu justru harus diwaspadai.

Menurutnya, memang benar Kinerja ekspor Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan indeks PMI Bank Indonesia yang mengalami peningkatan pada Q1-2021 sebesar 50,01% dibandingkan Q4_2020 sebesar 47,29%.

baca juga

Peningkatan terjadi pada hamper seluruh komponen pembentuk PMI-BI terutama volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi yang berda dalam fase ekspansi.

"Yang perlu diperhatikan adalah surplus neraca perdagangan pada Maret 2021 perlu diwaspadai dan diperhatikan secara berhati-hati," kata Kamrussamad ditulis Sabtu (17/4/2021).

Adapun alasan surplus neraca perdagangan perlu diwaspadai, pertama, pertumbuhan volume perdagangan sebenarnya lebih rendah daripada nilai komoditasnya sehingga terdapat kenaikan harga di tingkat produsen. Volume komoditas manufaktur yang lebih rendah dari nilainya seperti produksi manufaktur pada mesin industri dan peralatan listrik.

Kedua, dengan mengikuti tren yang terjadi, kegiatan ekspor dan impor mengalami peningkatan yang signifikan pada periode menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang dikhawatirkan adanya libur panjang sehingga industry mengirim muatan hasil produksinya terlebih dahulu.

Ketiga, surplus neraca perdagangan pada Maret 2021 disebabkan oleh surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, dan India dengan masing-masing sebesar USD 1,33 miliar, USD 592,1 juta dan USD 502,4 juta. Sedangkan, kontribusi defisit terbesar berasal dari Australia, Korea Selatan, dan Thailand dengan nilai masing-masing sebesar USD 503,5 juta, USD 546,8 juta, dan USD 281,1 juta.

Keempat, peningkatan ekspor yang tinggi, tercermin surplus pada neraca perdagangan menunjukkan bahwa ekonomi eksternal secara agregat mengalami pemulihan secara cepat terutama pada negara-negara utama mitra dagang Indonesia. Sementara itu, kinerja impor masih terkontraksi yang disebakan oleh pemulihan ekonomi domestik masih relatif lambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS : Maret 2021, Ekspor Pertanian Indonesia Meningkat Dua Digit

BPS : Maret 2021, Ekspor Pertanian Indonesia Meningkat Dua Digit

Bisnis | Kamis, 15 April 2021 | 16:19 WIB

Impor Vaksin Corona Meningkat Tajam di Kuartal I 2021

Impor Vaksin Corona Meningkat Tajam di Kuartal I 2021

Bisnis | Kamis, 15 April 2021 | 13:57 WIB

Neraca Dagang di Maret 2021 Surplus, BPS : Terbaik Sejak 2 Tahun

Neraca Dagang di Maret 2021 Surplus, BPS : Terbaik Sejak 2 Tahun

Bisnis | Kamis, 15 April 2021 | 13:45 WIB

Terkini

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

×