Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Pemerintah Perlu Strategi Alternatif untuk Turunkan Angka Perokok

Iwan Supriyatna

Selasa, 20 April 2021 | 11:05 WIB
Pemerintah Perlu Strategi Alternatif untuk Turunkan Angka Perokok
Ilustrasi rokok kretek. [Shutterstock]

Suara.com - Pemerintah Indonesia diminta untuk mengadopsi strategi alternatif dalam menurunkan angka perokok Indonesia agar dampak kesehatan dari merokok turut berkurang.

Salah satunya dengan menyampaikan informasi kepada perokok dewasa mengenai produk tembakau alternatif.  

Guru Besar Universitas Sahid Jakarta, Profesor Kholil, mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian terhadap 930 responden yang melibatkan sejumlah akademisi, dokter, tenaga kesehatan, perokok dan pengguna produk tembakau alternatif, berhenti merokok merupakan strategi utama untuk mengurangi bahaya merokok.

“Itu yang paling paten, kalau bisa ya,” kata Kholil ditulis Selasa (20/4/2021). 

Saat ini, jumlah perokok di Indonesia sebanyak 66 juta jiwa. Kholil melanjutkan, apabila perokok dewasa sulit berhenti merokok secara langsung, maka diperlukan strategi lainnya demi menurunkan bahaya kesehatan akibat rokok.

“Penelitian di Amerika, berhenti merokok langsung hanya efektif 4%-10%, artinya hanya 4-5 orang yang berhasil,” ujarnya. 

Karena peluang keberhasilan berhenti merokok secara langsung masih sangat rendah, Kholil menyarankan pemerintah untuk menyiapkan strategi alternatif lainnya.

“Sebagai regulator, pemerintah harus punya tindakan dan kepedulian,” ungkapnya.  

Salah satu pilihan lainnya, yang tengah berkembang saat ini, adalah produk tembakau alternatif. Beberapa produknya antara lain, rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, hingga snus.

baca juga

Sejumlah negara seperti Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru telah mendorong penggunaan produk tembakau alternatif, yang terbukti berdasarkan sejumlah riset independen di berbagai negara, memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok, untuk menurunkan jumlah perokoknya. 

Dalam hasil penelitiannya, Kholil mengatakan, sebagian besar responden, yang merupakan perokok dewasa, tidak tahu adanya produk tembakau alternatif yang memiliki risiko kesehatan lebih rendah daripada rokok.

Oleh karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, praktisi kesehatan, lembaga pendidikan dan peneliti, serta pelaku usaha untuk menciptakan komunikasi yang aktif dalam menurunkan prevalensi merokok. 

“Karena itu harus disampaikan juga kepada perokok dewasa, Anda kalau ingin mengurangi bahaya merokok ada produk ini (produk tembakau alternatif),” ujarnya.  

Selain menyiapkan strategi alternatif, menurut Kholil, pemerintah juga perlu aktif memberikan edukasi mengenai bahaya rokok terhadap kesehatan. Sebab, masih ada yang beranggapan nikotin merupakan penyebab utama dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh rokok. 

“Yang paling berbahaya dari rokok adalah TAR. Kalau ada produk tembakau yang tidak menghasilkan TAR, itu yang paling hebat. Sehingga dari hasil studi tersebut, untuk menurunkan bahaya merokok perlu ada produk lain yang bisa lebih rendah bahayanya,” tutup Kholil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Besar Turunkan Golongan Produksi, Rokok Murah Makin Marak

Perusahaan Besar Turunkan Golongan Produksi, Rokok Murah Makin Marak

Bisnis | Selasa, 20 April 2021 | 10:15 WIB

Riset UI: Bansos Pemerintah Justru Meningkatkan Konsumsi Rokok

Riset UI: Bansos Pemerintah Justru Meningkatkan Konsumsi Rokok

Health | Selasa, 20 April 2021 | 05:36 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Filter Rokok Mengandung Darah Babi?

CEK FAKTA: Benarkah Filter Rokok Mengandung Darah Babi?

News | Senin, 19 April 2021 | 19:18 WIB

Terkini

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:14 WIB

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

×