Literasi Mampu Pulihkan Ekonomi dan Reformasi Sosial

Iwan Supriyatna

Selasa, 20 April 2021 | 14:16 WIB
Literasi Mampu Pulihkan Ekonomi dan Reformasi Sosial
Talkshow dengan tema “Integrasi penguatan sisi hulu dan hilir budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”.

Perpusnas juga memberikan pendampingan pilihan ekonomi masyarakat yang dikehendaki. Lalu mencarikan informasi agar bisa dipraktekkan agar mampu mendongkrak kemauan dari bawah dan mau berlatih hingga akhirnya mampu membangun usaha mikro sekelas home industry.

Perpustakaan nasional dengan program perpustakaan berbasis inklusi, sudah membuktikan bahwa masyarakat termarginalkan bisa menghasilkan usaha sekelas home industry yang paling rendah. Apalagi data mendukung bahwa hanya 10 persen penduduk Indonesia yang tembus ke perguruan tinggi. Sedangkan 90 persen sisanya langsung terjun ke masyarakat.

Menurut syarif, ini adalah potensi luar biasa yang harus direspon, karena cocok dengan potensi sumber daya melimpah yang ada di sekitar masyarakat bermukim.

Literasi ini adalah kita menemui orang-orang termaginalkan untuk belajar bersama dengan buku-buku ilmu terapan, dengan internet, sampai mereka berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.

Syarif Bando kembali menyampaikan bahwa penguatan literasi di tanah air dari sisi hulu, yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Perpusnas. Sayang, pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam mencipkatan buku dalam jumlah yang banyak.

Maka menurut dia, forum perguruan tinggi menjadi andalan untuk memasok buku, selayaknya di belahan bumi lain dimana forum rektor dan civitas akademika menjadi pemasok bahan bacaan untuk masyarakat.

Mentaktisi kekurangan buku fisik untuk menutupi kekurangan bahan bacaan yang bisa menjangkau hingga ke seluruh wilayah pelosok ini, Perpusnas sudah memiliki aplikasi iPusnas, yang diakui sebagai satu-satunya perpustakaan di dunia yang memilikinya. Aplikasi digital ini bisa diakses dari android maupun IOS, dengan koleksi ribuan judul buku yang bisa dibaca secara bebas.

“Apakah kita bisa melarang anak-anak bermain game? Tentu tidak bisa karena dia tetap pegang hp-nya. Makanya kami memasukkan iPusnas sebagai pilihan, dan kita orangtua bisa memandu mereka, daripada berselancar di dunia maya yang banyak hoaks, mending membaca iPusnas yang banyak buku-buku anak dan remaja,” katanya.

Perlu diketahui pula bahwa koleksi iPusnas adalah buku-buku yang hak ciptanya sudah dibeli oleh Perpusnas, yang belakangan ini semakin banyak penulis, utamanya kalangan akademisi yang merelakan hak ciptanya secara gratis ke Perpusnas, agar karya tulisnya bias dibaca lebih luas oleh masyarakat.

baca juga

Dr. Ir. Subandi Sardjoko, M.Sc, Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, juga memberi dukungan yang besar kepada Perpusnas untuk mengintegrasikan sisi hulu dan hilir literasi dalam konteks pemulihan ekonomi dan reformasi sosial ini.

Disampaikannya bahwa Rencana Pembangunan Jangka Mengah (RPJM) 2020-2024 sudah menempatkan literasi, kreativitas, dan inovasi sebagai pilar penting perwujudan masyarakat Indonesia yang maju dan berdaya saing.

“Secara khusus di masa pandemi ini, bagaimana peran literasi sangat penting, tidak hanya soal membaca, tapi juga mengaktualisasikan pengetahuan itu untuk meningkatkan kehidupan,” katanya.

Bappenas juga mendorong gerakan literasi berbasis iklusi sosial, dimana pengetahuan yang diperoleh dari bahan bacaan bisa langsung dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari guna mendapatkan manfaat ekonomi. Bappenas juga membuat kebijakan melalui Dana Alokasi Khusus, untuk meningkatkan layanan kualitas bacaan di kabupaten dan provinsi.

“Pemerintah menyiapkan infrastrukturnya, dan mendorong pemanfaatan dana desa sesuai sumber daya di desa itu. Literasi bias menjadi pendorong sumber daya dan memaksimalkan penghasilan masyarakat, disamping penguatan budaya gemar membaca di daerah, terutama di daerah 3T,” sambung Subandi.

Dikatakan Subandi dalam sesi yang sama bahwa selain Perpusnas, Kemendikbud juga aktif menyediakan bahan-bahan bacaan kepada masyarakat. Buku-buku yang disediakan di berbagai ruang baca di daerah juga disesuaikan dengan minat dan sumber daya masyarakat setempat untuk membangkitkan ekonominya.

Ia juga menyampaikan bahwa sekolah saat ini sudah mulai memiliki koleksi buku sastra dan buku-buku ilmu terapan, disamping buku mata pelajaran wajib.

Secara khusus pada masa pandemi ini, Bappenas melihat bahwa peran literasi sangat nampak, dimana para ibu memiliki kreativitas mengelola bahan makanan dari sumber daya pangan lokal, dimana Perpusnas juga memberikan pelatihan online untuk memasak, yang tentu hal ini sangat berguna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Pemulihan Ekonomi, Kadin Desak Realisasi Vaksinasi Mandiri

Percepat Pemulihan Ekonomi, Kadin Desak Realisasi Vaksinasi Mandiri

Jogja | Senin, 19 April 2021 | 08:18 WIB

Penyederhanaan Birokrasi Dipercaya Mampu Pulihkan Ekonomi Indonesia

Penyederhanaan Birokrasi Dipercaya Mampu Pulihkan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Sabtu, 17 April 2021 | 05:50 WIB

Dunia Hadapi Ketidakseimbangan Pemulihan Ekonomi

Dunia Hadapi Ketidakseimbangan Pemulihan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 14 April 2021 | 13:09 WIB

Terkini

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, 107 Orang Selamat dan 6 Meninggal

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, 107 Orang Selamat dan 6 Meninggal

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:37 WIB

Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2

Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:34 WIB

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:28 WIB

×