- Data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia mencatat variasi harga komoditas pangan di pasar tradisional seluruh provinsi pada 26 Juli 2026.
- Cabai rawit merah menjadi komoditas termahal seharga Rp54.400 per kilogram, sementara beberapa jenis beras, daging, dan telur mengalami kenaikan harga.
- Bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng curah mencatat penurunan harga, sedangkan gula pasir terpantau stabil tanpa perubahan.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional secara nasional masih bergerak bervariasi.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia (BI) yang dilihat melalui situs web bi.go.id/hargapangan pada Minggu (26/7/2026) pukul 11.00 WIB, cabai masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi, sementara beberapa jenis beras dan telur ayam juga mengalami kenaikan.
Kenaikan harga pangan ini perlu terus dipantau lantaran berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama menjelang peningkatan aktivitas konsumsi pada akhir Juli.
Meski demikian, sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng curah justru mencatat penurunan harga.
Data rata-rata harga nasional dari pasar tradisional di seluruh provinsi menunjukkan cabai rawit merah masih menjadi komoditas termahal dengan harga mencapai Rp54.400 per kilogram, meski turun 4,98 persen atau Rp2.855 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, cabai rawit hijau dibanderol Rp51.850 per kg setelah turun 2,17 persen atau Rp1.150.
Adapun cabai merah besar naik 1,48 persen menjadi Rp48.150 per kg, sedangkan cabai merah keriting turun 0,54 persen menjadi Rp46.250 per kg.
Untuk komoditas bawang, bawang merah ukuran sedang turun 3,77 persen menjadi Rp42.150 per kg. Bawang putih ukuran sedang juga terkoreksi 2,4 persen ke level Rp42.700 per kg.
Di kelompok beras, harga beras kualitas medium I naik 0,31 persen menjadi Rp16.400 per kg. Beras kualitas medium II juga meningkat 0,31 persen menjadi Rp16.200 per kg.
Kemudian, beras kualitas super I naik 0,28 persen menjadi Rp17.700 per kg, sedangkan beras kualitas super II tetap di level Rp17.150 per kg.
Adapun beras kualitas bawah I bertahan di Rp14.750 per kg dan beras kualitas bawah II tetap Rp14.550 per kg.
Pada komoditas protein hewani, daging ayam ras segar naik 1,69 persen menjadi Rp39.100 per kg.
Sementara daging sapi kualitas I naik tipis 0,2 persen menjadi Rp150.900 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II meningkat 0,25 persen menjadi Rp141.900 per kg.
Harga telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan 1,02 persen menjadi Rp29.600 per kg.
Di sisi lain, harga gula relatif stabil. Gula pasir kualitas premium bertahan di Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal juga tidak berubah di level Rp19.100 per kg.
Untuk minyak goreng, minyak goreng curah turun 0,49 persen menjadi Rp20.450 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,41 persen menjadi Rp24.300 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek II turun 0,21 persen menjadi Rp23.400 per liter.