Ekspor Tekstil RI Turun Dalam 5 Tahun Terakhir

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 22 April 2021 | 14:28 WIB
Ekspor Tekstil RI Turun Dalam 5 Tahun Terakhir
Pekerja menyelesaikan pesanan jahitan pakaian muslim di Cibiru, Bandung, Jawa Ba`rat, Senin (30/10).

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat selama 5 tahun terakhir kinerja ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) RI mengalami penurunan yang cukup drastis rata-rata setiap tahun turun 2,27 persen.

Pusat Kajian Perdagangan Luar Negeri, Kemendag Nurlaila Nur Muhammad mengatakan, kinerja ekspor TPT mencapai 10,40 miliar dolar AS pada tahun 2020.

"Kinerja Ekspor TPT kita ini sebagian besar mengalami penurunan, baik tren sepanjang 2016 hingga 2020, begitu juga periode Januari-Februari 2021 ke Januari-Februari 2020," kata Nurlaila dalam diskusi virtual Indef bertajuk TPT Bangkit, Daya Beli Terungkit, Kamis (22/4/2021).

Nurlaila beralasan, selain karena faktor pandemi yang membuat permintaan produk tekstil RI menurun, hal lain juga disebabkan banyak ganjalan yang harus dihadapi produk tekstil RI di pasar ekspor.

Salah satunya penerapan trade remedies yang dilakukan negara tujuan ekspor produk tekstil RI, inilah yang jadi hambatan besar yang dikeluhkan pengusaha dalam negeri.

"Negara-negara tujuan eksport utama TPT kita itu menerapkan kebijakan trade remedies, yakni India, Turki, Amerika, Vietnam dan Malaysia," ungkap Nurlaila.

Dari 5 negara tersebut, 4 diantaranya melakukan dumping terhadap produk tekstil RI, yakni India, Amerika, Vietnam dan Malaysia dan 1 lainnya melakukan safeguard yakni Turki.

Trade remedies merupakan instrumen yang digunakan untuk melindungi industri dalam negeri suatu negara dari kerugian akibat praktik perdagangan tidak sehat (unfair trade). Instrumen ini bisa berupa bea masuk anti-dumping (BMAD), bea masuk tindak pengamanan sementara (BMTP), atau safeguards.

Berdasarkan produknya, tekstil dan produk tekstil (TPT) paling banyak menerima tuduhan sebanyak empat kasus, bahan kimia empat kasus, produk baja tiga kasus, dan produk turunan kayu dua kasus. Kemudian, kasus otomotif, elektronika, dan aneka masing-masing sebanyak satu kasus.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Rapat Bersama Kementan dan Kemendag, Ini yang Dibahas

KPK Rapat Bersama Kementan dan Kemendag, Ini yang Dibahas

News | Kamis, 22 April 2021 | 12:00 WIB

Pakaian Impor China dan Thailand Bikin Pengusaha Dalam Negeri Menjerit

Pakaian Impor China dan Thailand Bikin Pengusaha Dalam Negeri Menjerit

Bisnis | Kamis, 22 April 2021 | 11:12 WIB

Kemendag Gandeng Google Hingga BNI Beri Fasiltas Ekspor ke UMKM

Kemendag Gandeng Google Hingga BNI Beri Fasiltas Ekspor ke UMKM

Bisnis | Rabu, 21 April 2021 | 08:03 WIB

Terkini

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Video | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

×