Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Pertumbuhan Ekonomi Masih Minus, Begini Respon Pemerintah

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 05 Mei 2021 | 17:24 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Masih Minus, Begini Respon Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok. Kemenpora)

Suara.com - Pemerintah buka suara terkait Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 yang masih negatif. Pada Kuartal I 2021, Ekonomi Indonesia tumbuh negatif 0,74 persen. 

Meski negatif, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim, Ekonomi Indonesia mulai menuju ke arah perbaikan. 

Hal tersebut terlihat dari indikator perekonomian yang juga mulai membaik. Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut perekonomian Indonesia membentuk kurva seperti huruf . 

"Dari sisi demand side sudah kita lihat berbagai chart itu menunjukkan positif ataupun proyeksi yang membaik di 2021 baik dari konsumsi rumah tangga meksi minus tapi sudah 2,23 lebih baik dari kuartal 4," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021). 

Mantan Menteri Perindustrian ini juga menuturkan, dari sisi ekspor dan impor juga mengalami peningkatan yang mana tumbuh masing-masing 6,74 persen dan 5,27 persen. 

"Dari aktivitas produksi di industri pengolahan sudah naik ke minus 1,38 persen, perdagangan eceran juga sudah meningkat ke posisi minus 1,23 persen," tuturnya.

Kemudian, tambah Airlangga, dari sisi pula transportasi, pergudangan juga sudah membaik dan akomodasi makanan minuman juga mengalami perbaikan meski negatif.

"Dan beberapa yang tumbuh positif informasi dan komunikasi di Kuartal I 8,72 persen kesehatan 3,64 persen, pertanian konsisten 2,95 persen dan untuk real estate juga terjadi kenaikan," ucap dia. 

 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021, hasilnya ekonomi Indonesia tumbuh minus 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,97 persen (yoy).

Masih negatifnya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tak bisa dilepaskan dari dampak negatif Covid-19 yang menyebabkan banyak pembatasan di pergerakan orang dan pergerakan barang sehingga ikut menghambat produksi, dan distribusi dunia usaha.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 tahun 2021 ini masih mengalami kontraksi sebesar 0,74 persen," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (5/5/2021).

Sedangkan jika dilihat per kuartal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2020 terhadap triwulan I 2021 mengalami kontraksi sebesar 0,96 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi q-to-q, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan oleh kontraksi pada seluruh komponen pengeluaran.

Untuk Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2021, mencapai Rp 3.969,1 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2021 mencapai Rp 2.698,3 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arif Budimanta : Perekonomian Indonesia Semakin Pulih

Arif Budimanta : Perekonomian Indonesia Semakin Pulih

Bisnis | Rabu, 05 Mei 2021 | 14:52 WIB

Triwulan I 2021, Ekonomi Indonesia Tumbuh Negatif 0,74 Persen

Triwulan I 2021, Ekonomi Indonesia Tumbuh Negatif 0,74 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Mei 2021 | 12:17 WIB

Realisasi Anggaran PEN 2021 Telah Capai Rp 155 Triliun

Realisasi Anggaran PEN 2021 Telah Capai Rp 155 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Mei 2021 | 15:55 WIB

Terkini

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:56 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:54 WIB

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:52 WIB