Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Manufaktur Indonesia Bakal Terdongkrak dengan Robot Kolaboratif

Iwan Supriyatna

Selasa, 18 Mei 2021 | 06:46 WIB
Manufaktur Indonesia Bakal Terdongkrak dengan Robot Kolaboratif
Teknologi robot kolaboratif (cobot).

Suara.com - Universal Robots (UR) pemimpin pasar teknologi robot kolaboratif (cobot) yang berbasis di Denmark, mendorong perusahaan manufaktur Indonesia untuk segera mengadopsi penggunaan collaborative robots (cobot) sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil serta mencapai produktivitas yang lebih tinggi.

Sektor industri manufaktur di Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar 19,87 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional selama kuartal kedua tahun 2020.

Meski sektor tersebut sempat terpukul akibat pandemi COVID-19 dan menyusut hingga 4,31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada periode Juli – September 2020 lalu, namun pada kuartal pertama tahun ini, industri non-migas telah mampu membantu negara dalam pemulihan ekonomi.

Menurut IHS Market, Indonesia mampu menandai rekor tertinggi Purchasing Managers' Index (PMI) dalam 10 tahun terakhir sejak diluncurkannya survei tersebut pada tahun 2011, dengan kenaikan yang cukup tajam 2,3 poin dari 50,9 poin pada Februari 2021 menjadi 53,2 di bulan Maret 2021.

Di kawasan ASEAN, Indonesia telah mencatatkan kinerja terbaik dalam lima bulan terakhir. Selain itu, berbagai stimulus juga telah diberikan oleh pemerintah untuk memastikan sektor manufaktur berkembang pesat dan terus mencerminkan pertumbuhan yang positif .

Menurut laporan "Collaborative Robot Market by Payload, Component, Application, Industry, and Geography - Global Forecast to 2026" yang dikeluarkan oleh Lembaga Riset “Markets and Markets”, cobot semakin banyak diadopsi oleh berbagai industri khususnya di bidang manufaktur karena adanya keuntungan-keuntungan yang diperoleh, seperti peningkatan produktivitas dan SDM yang efektif.

Secara global, pasar cobot diharapkan akan mencapai US $7.972 juta pada tahun 2026 dengan CAGR 41,8% . Untuk wilayah APAC, pasar cobot diperkirakan akan melampaui pasar Eropa pada tahun 2021, dikarenakan semakin banyaknya industri manufaktur berskala besar seperti sektor otomotif, elektronik, dan logam yang menggunakan cobot.

Penggunaan teknologi robotika telah menunjukkan manfaat yang besar bagi industri di Indonesia dan semakin membantu pemerintah dalam mewujudkan visinya untuk membangun industri 4.0 Industri manufaktur Indonesia akan sangat diuntungkan dengan adanya teknologi robotika yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan tugas berulang dalam ruang yang terbatas dan terstruktur.

Cobot dapat bekerja sepanjang waktu untuk menghasilkan pekerjaan yang konsisten dengan kondisi kerja yang membutuhkan intensitas tinggi tanpa istirahat. Indonesia memiliki potensi besar dalam mengimplementasikan otomatisasi pada industri dalam negeri, namun saat ini tingkat otomatisasi tersebut masih sangat rendah.

baca juga

Untuk per 10.000 karyawan, industri manufaktur Indonesia hanya memiliki 440 robot, lebih rendah dari Cina dan Korea Selatan yang masing-masing memiliki 732 dan 2.589 robot per 10.000 karyawan pada tahun 2019 .

Saat ini, cobot yang diproduksi oleh UR memungkinkan SDM perusahaan dialihkan ke aktivitas yang memiliki nilai lebih tinggi, yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja dari SDM tersebut.

“Sejak istilah 'Robot Kolaboratif' diciptakan, kami telah menjadi yang terdepan dalam industri robotika. Kami juga telah menandai satu dekade penuh sejak cobot pertama dari Universal Robots digunakan di Asia Selatan. Segi keamanan adalah prioritas utama yang sangat penting dan telah menjadi pintu masuk ke pasar cobot saat ini. UR percaya, dalam mengembangkan suatu cobot harus mempunyai elemen yang terjangkau, ringan dan fleksibel yang dapat memberikan ROI cepat bagi industri manufaktur,” Jelas James McKew, Regional Director of Asia-Pacific di Universal Robots ditulis Selasa (18/5/2021).

Dengan waktu pengembalian modal rata-rata paling singkat 12 (dua belas) bulan karena peningkatan produktivitas, kualitas dan konsistensi, perusahaan manufaktur Indonesia akan dapat memperkirakan pengembalian investasi mereka (ROI) sebelum akhir tahun ini atau awal tahun 2022.

Keamanan dan Fleksibilitas

Yokota Corporation, sebuah perusahaan berbasis di Jepang yang mendesain dan memproduksi bearing untuk balapan, peralatan Factory Automation (FA), mesin untuk perakitan, pengepakan dan inspeksi, telah memilih cobot UR5 untuk mengatasi kekurangan SDM nya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Sektor Manufaktur Ini Jadi Primadona Ekspor Sepanjang Kuartal I 2021

3 Sektor Manufaktur Ini Jadi Primadona Ekspor Sepanjang Kuartal I 2021

Bisnis | Minggu, 25 April 2021 | 11:36 WIB

Amarta Karya Gandeng CCCI Kembangkan Industri Manufaktur Tanah Air

Amarta Karya Gandeng CCCI Kembangkan Industri Manufaktur Tanah Air

Bisnis | Jum'at, 26 Maret 2021 | 07:18 WIB

Tekan Angka Kecelakaan Kerja, Industri Manufaktur Wajib Otomatisasi

Tekan Angka Kecelakaan Kerja, Industri Manufaktur Wajib Otomatisasi

Bisnis | Rabu, 24 Februari 2021 | 14:24 WIB

Terkini

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:17 WIB

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:30 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:24 WIB

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:22 WIB

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

×