Saat ini, cobot yang diproduksi oleh UR memungkinkan SDM perusahaan dialihkan ke aktivitas yang memiliki nilai lebih tinggi, yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja dari SDM tersebut.
“Sejak istilah 'Robot Kolaboratif' diciptakan, kami telah menjadi yang terdepan dalam industri robotika. Kami juga telah menandai satu dekade penuh sejak cobot pertama dari Universal Robots digunakan di Asia Selatan. Segi keamanan adalah prioritas utama yang sangat penting dan telah menjadi pintu masuk ke pasar cobot saat ini. UR percaya, dalam mengembangkan suatu cobot harus mempunyai elemen yang terjangkau, ringan dan fleksibel yang dapat memberikan ROI cepat bagi industri manufaktur,” Jelas James McKew, Regional Director of Asia-Pacific di Universal Robots ditulis Selasa (18/5/2021).
Dengan waktu pengembalian modal rata-rata paling singkat 12 (dua belas) bulan karena peningkatan produktivitas, kualitas dan konsistensi, perusahaan manufaktur Indonesia akan dapat memperkirakan pengembalian investasi mereka (ROI) sebelum akhir tahun ini atau awal tahun 2022.
Keamanan dan Fleksibilitas
Yokota Corporation, sebuah perusahaan berbasis di Jepang yang mendesain dan memproduksi bearing untuk balapan, peralatan Factory Automation (FA), mesin untuk perakitan, pengepakan dan inspeksi, telah memilih cobot UR5 untuk mengatasi kekurangan SDM nya.
Awalnya, perusahaan mencoba melibatkan karyawan paruh waktu dan mempekerjakan kembali pekerja dari departemen lain. Namun, tindakan tersebut terbukti tidak produktif. Robot industri tradisional juga dianggap sebagai solusi tetapi kemudian ditemukan tidak layak karena kebutuhan ruang tambahan dan kebutuhan untuk penjagaan keselamatan.
Dengan keamanan dan fleksibilitas sebagai faktor manfaat utama, penerapan cobot UR5 mengarah pada pembentukan sistem produksi yang stabil, menghasilkan peningkatan produksi sebesar 20% tanpa perlu tambahan SDM.
Karena Asia masih menjadi pasar terkuat bagi industri robot, Universal Robots sangat menganjurkan para manufaktur lokal untuk segera cobot di pabriknya.
“UR telah memperkecil hambatan yang memampukan otomatisasi pada area-area yang sebelumnya dianggap terlalu kompleks dan mahal. Kami berharap teknologi yang kami miliki ini, dapat membantu industri manufaktur di Indonesia untuk mewujudkan produktivitas yang lebih tinggi dan mempertahankan pemanfaatan SDM yang lebih efektif di perusahaan," simpul McKew.
Baca Juga: 3 Sektor Manufaktur Ini Jadi Primadona Ekspor Sepanjang Kuartal I 2021