Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kekeringan Jadi Ancaman, Mentan Minta Petani Manfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 25 Mei 2021 | 19:01 WIB
Kekeringan Jadi Ancaman, Mentan Minta Petani Manfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi
Ilustrasi persawahan. (Dok: Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kekeringan bisa menjadi ancaman serius untuk pertanian. Untuk itu, bagi petani Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTT), yang masuk musim tanam kedua, disarankan untuk memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

"Potensi gagal panen sangat besar saat kekeringan melanda. Oleh sebab itu, selain menyiapkan water managemen, petani juga kita ajak untuk mengasuransikan lahan, khususnya AUTP," katanya, Selasa (25/5/2021).

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Asuransi pertanian adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan membantu petani menghindari kerugian akibat gagal panen," katanya.

Ali menambahkan, jika gagal panen terjadi, maka asuransi akan mengeluarkan pertanggungan.

"Pertanggungan yang diberikan sebesar Rp6 juta per hektare untuk lahan yang telah diasuransikan. Dengan jumlah tersebut, petani tidak akan rugi. Petani pun tetap memiliki modal untuk tanam kembali," katanya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Ditjen PSP, Indah Megahwati mengatakan, proses untuk mengikuti asuransi pertanian tidak sulit. Untuk mempermudah proses pendaftaran, petani bisa bergabung dalam kelompok tani.

“Selain itu kita berharap, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dapat segera mengarahkan dan mengingatkan petugas lapangan (PPL) untuk segera mendaftarkan petani menjadi peserta AUTP pada Musim Tanam April September ini pada khususnya, agar petani terlindungi dan mendapatkan manfaatnya jika terjadi kegagalan dalam usaha tani padi,” katanya.

Salah satu wilayah di Sumbawa Barat yang telah merasakan dampak dari kekeringan adalah Kecamatan Sekongkang. Menurunnya curah hujan sejak beberapa hari terakhir, menjadi penyebab utama bahkan saat ini kondisi tanahnya sudah mulai retak-retak.

“Memang laporan yang kami terima dari PPL setempat, kondisi lahannya sudah mulai retak akibat akibat kekeringan. Kami juga sudah menyiapkan mesin pompa air untuk membantu petani setempat karena masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), melalui Kabid Tanaman Pangan, Syaiful Ulum.

Fenomena alam yang terjadi di musim tanam kedua sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan di minggu terakhir Mei belum turun hujan, baik intensitas ringan maupun sedang.

Selain menyiapkan sarana mesin air dan minyak, pihaknya juga meminta agar masyarakat bisa ikut program AUTP Karena manfaat dari program ini sangat besar jika petani mengalami gagal panen maupun kendala lain.

“Kami tetap mendorong petani agar mengikuti program asuransi pertanian karena manfaatnya sangat besar. Jika petani tidak mau berkorban dan berharap bantuan pemerintah maka hasilnya tidak maksimal karena anggarannya terbatas,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Perbaiki Jaringan Irigasi Tersier untuk Tingkatkan Ekonomi Petani di Lahat

Kementan Perbaiki Jaringan Irigasi Tersier untuk Tingkatkan Ekonomi Petani di Lahat

Bisnis | Selasa, 25 Mei 2021 | 18:36 WIB

Agar Pupuk Subsidi Tepat Sasaran, Mentan Minta e-RDKK Valid dan Akurat

Agar Pupuk Subsidi Tepat Sasaran, Mentan Minta e-RDKK Valid dan Akurat

Bisnis | Senin, 24 Mei 2021 | 20:52 WIB

60 Ha Sawah di Mukomuko Terendam Banjir, Mentan Imbau Petani Ikut Asuransi

60 Ha Sawah di Mukomuko Terendam Banjir, Mentan Imbau Petani Ikut Asuransi

Bisnis | Minggu, 23 Mei 2021 | 20:51 WIB

Baru Dilantik, Dirjen PSP Tancap Gas Cek Food Estate di Kapuas Kalteng

Baru Dilantik, Dirjen PSP Tancap Gas Cek Food Estate di Kapuas Kalteng

Bisnis | Minggu, 23 Mei 2021 | 11:41 WIB

Lantik Dirjen PSP Baru, Mentan Dorong Upaya-upaya Produktivitas Pertanian

Lantik Dirjen PSP Baru, Mentan Dorong Upaya-upaya Produktivitas Pertanian

Bisnis | Jum'at, 21 Mei 2021 | 10:35 WIB

Permintaan Rempah dan Lada Hitam Naik, Nilai Ekspor Kementan Tumbuh Positif

Permintaan Rempah dan Lada Hitam Naik, Nilai Ekspor Kementan Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 20 Mei 2021 | 17:20 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB