Inggris Bersiap Diri Jadi Pemimpin Energi Hijau Dunia, Bagaimana Indonesia?

Iwan Supriyatna

Selasa, 08 Juni 2021 | 07:12 WIB
Inggris Bersiap Diri Jadi Pemimpin Energi Hijau Dunia, Bagaimana Indonesia?
Petugas Hallidays Hydropower Ltd. tengah menjelaskan cara kerja instalasi hydropower, pembangkit listrik tenaga air berukuran kecil yang dimanfaatkan masyarakat Inggris. (Source: Hallidays Hydropower Archimedes Turbines Video)

Teknologi pemanfaatan energi air di Inggris juga terus berkembang dan dapat dibangun di area yang sangat terbatas.

Jika energi air umumnya identik dengan instalasi seperti waduk yang membutuhkan lahan yang sangat besar, Inggris kini mengembangkan cara baru untuk memanfaatkan dan memasang instalasi pembangkit listrik tenaga air yang menggunakan lahan lebih kecil.

Karena ukurannya yang kecil, instalasi dapat dipasang di lebih banyak tempat dan menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Pembangunan dan pengoperasiannya juga lebih murah.

Instalasi pembangkit listrik tenaga air ini juga ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kehidupan ekosistem ikan.

Dengan desain yang tidak menyita banyak ruang, alat pembangkit listrik tenaga air ini dapat dipasang di lebih banyak tempat, bahkan di sekitar tempat tinggal masyarakat.

Energi Angin

Salah satu contoh pemanfaatan energi angin yang sukses dikembangkan oleh perusahaan Inggris berada di Cape Verde, negara kepulauan di lepas pantai barat laut Afrika.

Masyarakat di sana hidup dengan harga listrik yang mahal karena tingginya penggunaan generator. Melihat kondisi ini, Cape Verde memutuskan untuk mulai menghasilkan energi terbarukan sendiri.

Salah satunya adalah bekerja sama dengan Ryse Energy untuk menyediakan akses energi yang dapat diandalkan bagi sebuah desa berpenduduk 700 orang yang sebelumnya hidup tanpa energi.

baca juga

Proyek pemanfaat energi angin di sini menghasilkan 140,000 kWh listrik per tahun yang memberi manfaat bagi 700 penduduk desa, mengurangi 54 ton CO2 per tahun atau setara dengan menanam 110 pohon.

Pemanfaatan energi angin ini merupakan bagian dari agenda "energi berkelanjutan untuk semua" di Cape Verde yang menargetkan penggunaan 100% listrik dari sumber daya terbarukan pada tahun 2025.

Energi Surya

Data menunjukkan bahwa, saat ini pemanfaatan tenaga surya di Inggris mampu memenuhi 4% kebutuhan listrik—naik dari 3,1% pada tahun 2016. Energi surya adalah energi terbarukan ketiga yang paling banyak dimanfaatkan di Inggris.

Salah satu proyek energi Surya yang sangat dikenal di Inggris adalah pembangkit listrik tenaga surya terapung di Waduk Ratu Elizabeth II, dekat London.

Pada Maret 2016, Lightsource Renewable Energy, salah satu pengembang tenaga surya terbesar di Eropa asal Inggris, berhasil memasang dan menyelesaikan 6,3MW pembangkit listrik tenaga surya terapung dan menghubungkan instalasi ini langsung ke jaringanterdedikasi milik Thames Water – perusahaan swasta yang bertanggung jawab atas pasokan air publik dan pengolahan air limbah di sebagian besar kota London.

Pasokan energi surya ini didesain untuk memenuhi sekitar 20% kebutuhan energi pabrik di Inggris, sebagai bagian dari upaya Thames Water untuk menghasilkan sepertiga dari energinya secara mandiri.

Seluruh instalasi dibangun di pinggir waduk dan kemudian didorong ke waduk meliputi 61.000 platform terapung yang dibangun sebagai penyangga bagi 23.046 panel surya.

Setelah panel berada di posisinya di tengah waduk, penyelam profesional dan 177 jangkar dikerahkan untuk menyempurnakannya. Luas permukaan pembangkit listrik tenaga surya terapung Thames Water ini mencapai 57.000 m2 yakni kurang dari 10% area waduk, tetapi mampu menghasilkan 5,8 juta kWh sepanjang tahun. Cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di 1.800 rumah.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia memiliki sumber daya alam air, angin, dan surya yang begitu berlimpah. Dengan alam Indonesia yang terdiri dari pegunungan dan lautan, lebih dari 17,000 pulau yang terbentang serta letaknya di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki sumber energi alam yang begitu besar.

Air, angin, dan dan sinar matahari yang ada di bumi Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dikelola menjadi energi terbarukan. Dengan total potensi menghasilkan energi terbarukan sebesar 400 gigawatt, pemanfaatan yang baru mencapai 2,5 persen atau sebesar 10 gigawatt dinilai masih sangat perlu ditingkatkan.

Mari kita manfaatkan kekayaan alam menjadi energi air, panas bumi, bio energi, angin, matahari, hingga arus laut yang ramah lingkungan. Belajar dari dan bekerja sama dengan Inggris bisa menjadi salah satu cara mewujudkan ambisi energi terbarukan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ajak Siswa Peduli Lingkungan, Sekolah Ini Pilih Gunakan Energi Terbarukan PLTS Atap

Ajak Siswa Peduli Lingkungan, Sekolah Ini Pilih Gunakan Energi Terbarukan PLTS Atap

Press Release | Rabu, 26 Mei 2021 | 16:25 WIB

Dodi Reza Beri Usulan RUU Energi Terbarukan: Daerah Produsen Dapat Insentif

Dodi Reza Beri Usulan RUU Energi Terbarukan: Daerah Produsen Dapat Insentif

Sumsel | Selasa, 06 April 2021 | 10:06 WIB

Energi Terbarukan: Pengertian, Jenis, Sumber dan Manfaatnya

Energi Terbarukan: Pengertian, Jenis, Sumber dan Manfaatnya

Tekno | Selasa, 16 Maret 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×