Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Obat Mendadak Langka dan Mahal, Bos-bos BUMN Farmasi Disemprot DPR

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 07 Juli 2021 | 15:47 WIB
Obat Mendadak Langka dan Mahal, Bos-bos BUMN Farmasi Disemprot DPR
ilustrasi obat-obatan. (Shutterstock)

Suara.com - Para anggota Komisi VI DPR mencecar para bos BUMN-BUMN Farmasi dalam rapat dengar pendapat hari ini, Rabu (7/7/2021). Salah satunya, soal kelangkaan obat atau terapi penyembuhan Covid-19 di apotek.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo menyebut, ada beberapa penyebab yang membuat obat-obat Covid-19 langka di pasaran.

Misalnya, adanya keterlambatan bahan baku obat redemsivir dari India yang kini tengah menutup semua kegiatan atau lockdown.

"Memang jadi masalah barang jadi redemsivir, memang redemsivir dari 7 perusahaan farmasi ini impor di India tapi india masih lockdown, upaya dari kami, produk redemsivir dilakukan pengembangan dalam negeri yang akan diproduksi Kimia Farma dan Phapros dan lauching September sekarang belum ada," ujar Verdi.

Kemudian, lanjut Verdi, dalam proses distribusi terdapat beberapa aturan yang memang obat-obatan hanya tersedia di pelayanan kesehatan seperti puskesmas hingga Rumah Sakit. Sehingga, terangnya, beberapa obat-obatan tidak tersedia di Apotek.

"Jadi ada beberapa yang dikeluarkan tidak dalam bentuk izin edar, tapi dikeluarkan dalam Emergency Use Access (UEA). Jadi ada regulasi yang menyatakan, untuk yang EUA hanya didistribusikan di rumah sakit, sehingga tidak disediakan di apotek, seperti Favipirapir tidak tersedia di apotek karena izin yang dikeluarkan EUA," tutur Verdi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Indo Farma Tbk Arief Pramuhanto mengakui produksi obat-obat covid-19 tersebut belum maksimal.

Misalnya, pada Oseltamivir yang mana perseroan bisa memproduksi hingga 10 juta butir, sementara pada bulan Juni baru memproduksi sebanyak 6 juta.

Kemudian, pada Invermectin yang baru memproduksi 8 juta butir per bulan. Ia menyebut, mulai Agustus perseroan bisa memproduksi Invermectin sebanyak 16 juta butir.

baca juga

"Kalau dari sisi distribusi, kami akan memprioritaskan daerah hitam dan merah. Jadi outlet-outlet yang daerah itu kita prioritaskan," pungkas Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obat Interleukin-6 Diklaim Bisa Cegah Kematian Pasien Covid-19, Ini Pendapat Ahli

Obat Interleukin-6 Diklaim Bisa Cegah Kematian Pasien Covid-19, Ini Pendapat Ahli

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 15:24 WIB

Antisipasi Penimbunan Obat, Polda Jateng Cek Toko Obat hingga Apotek

Antisipasi Penimbunan Obat, Polda Jateng Cek Toko Obat hingga Apotek

Jawa Tengah | Rabu, 07 Juli 2021 | 13:41 WIB

WHO Sarankan 2 Obat Artritis Berikut untuk Pasien Covid-19 Parah

WHO Sarankan 2 Obat Artritis Berikut untuk Pasien Covid-19 Parah

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 10:21 WIB

Terkini

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah

Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK

Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit

Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung

Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Indeks CFX10 Naik Tipis, Harga Enthereum Merosot

Indeks CFX10 Naik Tipis, Harga Enthereum Merosot

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme

Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:31 WIB

5 Ampoule Korea Anti-Aging Bikin Kulit Kencang dan Awet Muda

5 Ampoule Korea Anti-Aging Bikin Kulit Kencang dan Awet Muda

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Febrie Adriansyah, Sebut Itu Hak Tersangka

Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Febrie Adriansyah, Sebut Itu Hak Tersangka

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:26 WIB

×