Pemerintah Terima Bantuan Oksigen dari Perusahaan Smelter Nikel VDNI-OSS

Iwan Supriyatna

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:42 WIB
Pemerintah Terima Bantuan Oksigen dari Perusahaan Smelter Nikel VDNI-OSS
Pemerintah menerima donasi 1,000 Unit Oksigen Konsentrator Portabel dari perusahaan pemurnian bijih nikel VDNI-OSS.

Suara.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui koordinasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Kesehatan menerima donasi 1,000 Unit Oksigen Konsentrator Portabel dari perusahaan pemurnian bijih nikel VDNI-OSS yang terletak di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Bantuan tersebut dikirim bertahap melalui jalur udara dan juga laut dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Staf Khusus Menko Kemaritiman dan Investasi, Jona Widhagdo Putri yang mewakili Menko Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan apresiasinya kepada VDNI-OSS atas bantuan yang saat ini sedang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

“Pak Menko Luhut sangat mengapresiasi komitmen VDNI-OSS yang ada di sana untuk membantu penanganan pandemi ini. Bantuan tersebut sudah langsung distribusi ke Rumah Sakit dan Kadinkes Provinsi di Pulau Jawa dan Bali,” ujar Jona dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Bantuan oksigen tersebut merupakan inisiatif dari PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) sebagai perusahaan smelter nikel yang berada di Kawasan Industri Morosi untuk merespon lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu belakangan.

“Kami menunggu perusahaan dan pihak swasta lainnya untuk turut berkontribusi membantu penanganan pandemi ini,” ujar Jona.

Bantuan tersebut telah diserahterimakan secara simbolis dari VDNI-OSS yang diwakili oleh Whisma Bharuna kepada perwakilan Kemenko Marves, Baja Sirait. Bantuan juga langsung didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang sangat membutuhkan pasokan oksigen untuk penanganan medis.

Sebelumnya, bantuan 1.000 oksigen konsentrator tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada hari Jumat (16/7/2021) pukul 15.45.

Sementara President Director VDNIP, Tony Zhou Yuan menambahkan, perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen di Indonesia hingga pandemik virus corona ini menurun.

“Kami sadar bahwa dibutuhkan kerja sama seluruh lapisan untuk menurunkan angka statistik penyebaran Covid-19. Dan kami siap membantu untuk bekerja sama memerangi Covid-19,” ujar Tony.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Penipuan Penjualan Tabung Oksigen di Depok

Waspada, Penipuan Penjualan Tabung Oksigen di Depok

Bogor | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:43 WIB

Sempat Terkendala, Masalah Oksigen untuk RS PKU Muhammadiyah Gamping Sudah Teratasi

Sempat Terkendala, Masalah Oksigen untuk RS PKU Muhammadiyah Gamping Sudah Teratasi

Jogja | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:28 WIB

Kapuas Hulu Kehabisan Oksigen, Bupati Fransiskus Pinjam ke Sanggau

Kapuas Hulu Kehabisan Oksigen, Bupati Fransiskus Pinjam ke Sanggau

Kalbar | Rabu, 21 Juli 2021 | 13:23 WIB

Terkini

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

×