YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Dythia Novianty

Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB
YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi
Ilustrasi YouTube (pixabay)
baca 10 detik
  • Kementerian Komunikasi dan Digital memperketat pengawasan platform digital berdasarkan PP Nomor 17 Tahun 2025.
  • Sebanyak 22 produk dan layanan digital populer terbukti memiliki profil risiko tinggi bagi anak.
  • Pemerintah memberikan batas waktu hingga 31 Desember 2026 bagi penyelenggara untuk memenuhi kewajiban pelindungan anak.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperketat pengawasan terhadap platform digital dalam pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Sejumlah layanan digital populer, mulai dari YouTube, X, hingga Telegram, masuk dalam daftar Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang memiliki hasil verifikasi berprofil risiko tinggi bagi anak. 

Komdigi menyatakan langkah lanjutan akan dilakukan untuk memastikan platform memenuhi kewajiban pelindungan anak di ruang digital.

Berdasarkan evaluasi hingga 6 September 2026, Komdigi telah menyelesaikan verifikasi terhadap 60 PLF dari 252 PLF yang berasal dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang telah menjalankan proses self-assessment.

Dari 60 PLF yang telah diverifikasi, sebanyak 22 PLF memiliki profil risiko tinggi. Sebanyak 14 PLF telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, sedangkan delapan PLF lainnya telah memperoleh hasil verifikasi dan masih menunggu proses penetapan.

YouTube hingga Telegram Masuk Profil Risiko Tinggi

Sebanyak 14 PLF yang telah ditetapkan sebagai layanan berprofil risiko tinggi mencakup Aplikasi Lazada, Situs Web Lazada, Blibli, BMoney, Vidio, Hago App, Pinterest, SnackVideo, X, Sola Mahjong, Goddess of Victory: NIKKE, Age of Empires Mobile, Valorant, dan Teamfight Tactics Mobile.

Sementara itu, delapan PLF yang telah memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko tinggi, tetapi masih dalam proses penetapan, meliputi:

  • Apple Podcasts;
  • WeTV;
  • MAXStream TV;
  • Discord;
  • Telegram Messenger;
  • YouTube;
  • Ludo World–Ludo Superstar
  • Crossfire: Legends.

Masuknya sejumlah platform dengan basis pengguna besar ke dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa pelindungan anak menjadi bagian penting dalam evaluasi tata kelola layanan digital, terutama terkait karakteristik fitur, akses pengguna, serta potensi risiko yang dapat dihadapi anak.

baca juga

PSE Diberi Waktu hingga 31 Desember 2026

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, evaluasi enam bulan pelaksanaan PP TUNAS dilakukan untuk memastikan kewajiban pelindungan anak tidak hanya dipenuhi secara administratif, tetapi juga diterapkan melalui langkah konkret di dalam platform.

“Enam bulan ini menjadi tahap penting untuk melihat apakah kewajiban pelindungan anak benar-benar dijalankan oleh platform. Kami melihat ada platform yang sudah mengambil langkah konkret, tetapi masih ada yang perlu memenuhi kewajibannya,” ujar Meutya dalam konferensi pers progres implementasi PP TUNAS di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam jumpa pers di kantor Komdigi Jakarta, belum lama ini. [Komdigi]
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam jumpa pers di kantor Komdigi Jakarta, belum lama ini. [Komdigi]

Komdigi masih memberikan kesempatan kepada seluruh PSE untuk menyelesaikan proses self-assessment hingga 31 Desember 2026.

Meutya menegaskan, PSE yang tidak memenuhi kewajiban tersebut dapat menghadapi penetapan langsung oleh pemerintah sebagai PLF berprofil risiko tinggi.

“Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, pemerintah dapat menetapkan secara langsung PLF terkait sebagai layanan berprofil risiko tinggi,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN Bersama NVIDIA, Siap Jadi Hub AI Regional!

Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN Bersama NVIDIA, Siap Jadi Hub AI Regional!

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

×