Semester I Tahun 2021, Investasi Industri Capai Rp 167 Triliun

Reza Gunadha, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Juli 2021 | 19:31 WIB
Semester I Tahun 2021, Investasi Industri Capai Rp 167 Triliun
ILUSTRASI Sejumlah orang tengah berada di salah satu proyek pembangunan. Investasi di Karawang menurun selama pandemi Covid-19.[Antara]

Suara.com - Sejumlah investor dari sektor industri manufaktur masih percaya diri untuk merealisasikan investasinya di Indonesia, meskipun dalam tekanan dampak pandemi covid-19.

Geliat investasi ini akan memperkuat struktur manufaktur di tanah air sehingga bisa meningkatkan daya saing.

"Seiring dengan berbagai upaya pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama bagi para investor skala global," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Menperin menegaskan, penerbitan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dapat memberikan sentimen positif kepada para investor untuk tetap menggelontorkan dananya di Indonesia.

Pasalnya, ada berbagai kemudahahan yang didapat oleh para pelaku industri. Apalagi, juga adanya tekad pemerintah dalam mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19.

"Pemerintah terus menjaga tingkat resiliensi industri di dalam negeri lewat sejumlah kebijakan berupa pemberian stimulus atau insentif, sehingga para pelaku industri bisa mengatasi tantangan pandemi dan terus bertumbuh," paparnya.

Merujuk data Kementerian Investasi/BKPM, pada Januari-Juni 2021, realisasi investasi sektor industri adalah sebesar Rp167,1 triliun atau naik 29 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp129,6 triliun.

Pada semester I tahun ini, sektor industri berkontribusi hingga 37,7 persen dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp 442,8 triliun.

Adapun dua sektor industri primadona yang menjadi penyumbang terbesar, yakni kelompok industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang berinvestasi sebesar Rp57,6 triliun atau berkontribusi 13 persen. Berikutnya adalah investasi dari industri makanan sebesar Rp36,6 triliun (8,3 persen).

baca juga

Sementara itu, sepanjang enam bulan ini, nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sektor industri mencapai Rp46,3 triliun atau berkontribusi 21,6 persen dari total PMDN yang menembus Rp214,3 triliun.

Sedangkan, nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri mencapai Rp120,8 triliun atau berkontribusi 52,9 persen dari total PMA yang menembus Rp228,5 triliun.

Sumbangsih nilai PMDN sektor industri tersebut, berasal dari investasi industri makanan sebesar Rp14,7 triliun yang meliputi sebanyak 2.644 proyek, kemudian industri kimia dan farmasi Rp8,4 triliun (1.074 proyek), industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp6,8 triliun (643 proyek), industri kertas dan percetakan Rp5,4 triliun (615 proyek), serta industri mineral non-logam Rp4,7 triliun (435 proyek).

Selanjutnya, investasi industri karet dan plastik Rp3,2 triliun (765 proyek), industri tekstil Rp1,1 triliun (614 proyek), industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp678 miliar (270 proyek), industri kayu Rp404 miliar (516 proyek), industri barang dari kulit dan alas kaki Rp143 miliar (101 proyek), industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam Rp130 miliar (471 proyek), serta industri lainnya Rp546 miliar (804 proyek).

Sumbangsih nilai PMA sektor industri terutama berasal dari investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar USD3,4 miliar (550 proyek), industri makanan USD1,5 miliar (1.216 proyek), industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain USD961,2 juta (624 proyek), industri kimia dan farmasi USD818,2 juta (779 proyek), serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam USD371,4 juta (677 proyek).

Berikutnya, investasi industri kertas dan percetakan USD246,8 juta (239 proyek), industri mineral non-logam USD220,2 juta (161 proyek), industri barang dari kulit dan alas kaki USD187,5 juta (200 proyek), industri tekstil USD163,1 juta (560 proyek), industri karet dan plastik USD158,7 juta (527 proyek), industri kayu USD28,2 juta (231 proyek), serta industri lainnya USD141 juta (520 proyek). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gampang dan Tak Ribet, Ini Tips Investasi Buat Anak Muda dari Jang Hansol

Gampang dan Tak Ribet, Ini Tips Investasi Buat Anak Muda dari Jang Hansol

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 17:58 WIB

Mau Investasi Tapi Gak Pernah Berhasil? Begini Tips dari Perencana Keuangan

Mau Investasi Tapi Gak Pernah Berhasil? Begini Tips dari Perencana Keuangan

Lifestyle | Rabu, 28 Juli 2021 | 16:50 WIB

Indonesia dan Jepang Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM Otomotif

Indonesia dan Jepang Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM Otomotif

Otomotif | Selasa, 27 Juli 2021 | 21:59 WIB

Menteri Investasi Sebut PPKM Bisa Ganjal Investor Tanamkan Duitnya di Indonesia

Menteri Investasi Sebut PPKM Bisa Ganjal Investor Tanamkan Duitnya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 27 Juli 2021 | 17:23 WIB

Investasi di Kuartal III 2021 Diprediksi Sulit Capai Target

Investasi di Kuartal III 2021 Diprediksi Sulit Capai Target

Bisnis | Selasa, 27 Juli 2021 | 14:36 WIB

Modal Asing yang Masuk ke Indonesia Turun, Imbas PPKM?

Modal Asing yang Masuk ke Indonesia Turun, Imbas PPKM?

Bisnis | Selasa, 27 Juli 2021 | 14:28 WIB

Indonesia - Jepang Tingkatkan SDM Industri Otomotif Kompeten Teknologi 4.0

Indonesia - Jepang Tingkatkan SDM Industri Otomotif Kompeten Teknologi 4.0

Bisnis | Selasa, 27 Juli 2021 | 11:54 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×