Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna

Iwan Supriyatna

Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:39 WIB
Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna
Zenius.

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan machine-learning berkontribusi banyak pada pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik.

Setiap siswa di kelas memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan pendekatan khusus untuk dapat memaksimalkan potensi mereka masing-masing.

Namun, karena keterbatasan sumber daya, materi pelajaran tidak bisa diberikan mengikuti kemampuan masing-masing siswa yang ada di kelas.

Kini, kecanggihan teknologi berhasil menghadirkan sistem baru yang lebih baik, yakni pembelajaran adaptif (adaptive learning).

Metode ini memungkinkan materi pelajaran dipersonalisasi atau dirancang khusus sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa, untuk memfasilitasi tingkat pemahaman dan pengetahuan mereka yang berbeda-beda.

Sistem pembelajaran adaptif ini bisa menjadi solusi bagi masa depan pendidikan Indonesia, karena setiap siswa dapat berkembang dan belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya sendiri.

Secara global, penerapan metode pembelajaran adaptif semakin meluas. Salah satu contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah aplikasi latihan bahasa, Duolingo.

Duolingo memungkinkan setiap pengguna untuk memecahkan soal latihan dan mempelajari level bahasa baru, sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Berkat kecanggihan pembelajaran adaptif ini, Duolingo menjadi salah satu aplikasi pelatihan bahasa yang paling populer, dengan total 500 juta pengguna global.

baca juga

Di Indonesia sendiri, penerapan pembelajaran adaptif digarap secara serius oleh Zenius. Sebagai pionir di bidang teknologi edukasi (edtech), Zenius menjadi edtech pertama di sektor K12 yang mengadopsi metode pembelajaran adaptif sejak awal Juli 2021 melalui fitur terbarunya, ZenCore.

ZenCore menyediakan materi dan pelatihan adaptif untuk mengembangkan keterampilan fundamental pengguna. Di dalamnya terdapat dua fitur utama, yakni CorePractice, tempat latihan dengan ratusan ribu pertanyaan latihan dari 3 cabang konsentrasi utama, yaitu logika verbal, matematika, dan Bahasa Inggris.

Sementara CoreInsight menyediakan berbagai pengetahuan yang insightful seperti filsafat, basic sciences, dan big history, yang dapat digunakan untuk mendukung dan memperluas wawasan dan sudut pandang pengguna.

“Sejalan dengan misi utama Zenius, yakni menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan belajar, kehadiran fitur ZenCore diharapkan dapat membuat proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Kami optimis bahwa penggunaan teknik pembelajaran adaptif dapat menjadi stimulus positif dalam sistem pendidikan Indonesia dan bisa menjadi solusi untuk menerapkan pembelajaran personal secara masif, sehingga bisa merangsang minat dan motivasi belajar para siswa khususnya, dan masyarakat pada umumnya,” kata Sabda PS, Founder dan Chief Education Officer Zenius ditulis Jumat (30/7/2021).

Untuk membuka akses belajar seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia, fitur ZenCore dapat dimanfaatkan secara gratis oleh siapa saja. Peluncuran fitur baru ini telah mendapatkan sambutan positif, dimana tercatat lebih dari 65 ribu pengguna telah mencoba ZenCore dalam waktu kurang dari sebulan.

“Mayoritas pengguna ZenCore saat ini berasal dari kalangan profesional (non-pelajar), yang membuktikan bahwa proses belajar bisa dimulai dari mana saja, terlepas dari tingkatan usia, latar belakang, atau profesi sekali pun,” tambah Sabda.

Berdasarkan data Zenius, ketertarikan pengguna kurang lebih merata pada ketiga mata pelajaran, yaitu matematika, Bahasa Inggris, dan logika verbal.

Sistem ZenCore sendiri dirancang dengan konsep gamifikasi, dimana setiap level mewakili tingkat penguasaan (mastery) dalam suatu mata pelajaran.

Pengguna yang ingin mengasah keterampilan fundamental mereka dapat mencoba untuk menyelesaikan 100 level yang ada pada ZenCore, dengan lebih dari 200 ribu varian soal yang tersedia. Semenjak peluncurannya, baru 10 pengguna Zenius yang tercatat mampu meraih level tersebut.

Hingga saat ini, Zenius menjadi salah satu platform edukasi terdepan di Indonesia, yang memiliki lebih dari 20 juta pengguna di website dan aplikasi.

Ke depannya, Zenius akan mempersiapkan lebih dari 200.000 variasi soal tambahan untuk ZenCore, agar pengguna tetap merasa tertantang dan termotivasi.

“Sebagai pionir dalam bidang edtech, fokus utama kami adalah untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan belajar. Kami berharap, fitur ini dapat menumbuhkan kecintaan orang-orang pada proses belajar. Kami yakin, ketika orang-orang sudah mendapatkan kesenangan dalam belajar melalui platform kami, mereka akan mudah untuk belajar apa pun,” tutup Sabda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saratoga Perluas Investasi di Bidang Pendidikan

Saratoga Perluas Investasi di Bidang Pendidikan

Bisnis | Kamis, 29 Juli 2021 | 13:51 WIB

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Tokyo dan PPI Jepang Kembangkan Aplikasi Keanggotaan

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Tokyo dan PPI Jepang Kembangkan Aplikasi Keanggotaan

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:13 WIB

IGTKI Gandeng ICANDO dalam Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

IGTKI Gandeng ICANDO dalam Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 29 Juli 2021 | 07:12 WIB

Terkini

Rupiah Lesu di Hari Kejepit, Ditutup ke Level Rp17.721

Rupiah Lesu di Hari Kejepit, Ditutup ke Level Rp17.721

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:23 WIB

Viral Rasa Sayange Versi Satire, Lirik: Pemerintah NPD, Kebakaran Cuekin Aja Asal Fotonya Mengudara

Viral Rasa Sayange Versi Satire, Lirik: Pemerintah NPD, Kebakaran Cuekin Aja Asal Fotonya Mengudara

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:20 WIB

48 Jam di Bangkok, dari Hunting Brand Lokal hingga Menyusuri Chao Phraya

48 Jam di Bangkok, dari Hunting Brand Lokal hingga Menyusuri Chao Phraya

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Baru Selesai Overhaul, Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU Keluar Landasan Saat Uji Terbang

Baru Selesai Overhaul, Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU Keluar Landasan Saat Uji Terbang

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Ulasan Buku Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mengubah Hidupmu

Ulasan Buku Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mengubah Hidupmu

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:15 WIB

5 Rekomendasi HP itel Murah RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan

5 Rekomendasi HP itel Murah RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Hujan Buatan Tak Selalu Berhasil, Pramono Minta Warga dan Industri Kurangi Pembakaran

Hujan Buatan Tak Selalu Berhasil, Pramono Minta Warga dan Industri Kurangi Pembakaran

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel

Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI

Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan

Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:04 WIB

×