- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.721 per dolar AS pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026.
- Pelemahan rupiah terjadi akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai sanksi keuangan dan perdagangan terhadap Iran.
- Dampak kebijakan tersebut turut mendorong pelemahan sejumlah mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berakhir meloyo terhadap dolar AS pada perdagangan, Senin (24/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.721 per dolar AS atau naik 0,15 persen pada pekan sebelumnya yang ada di Rp17.694 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah Indonesia melemah disebabkan pernyataan dari Presiden AS Donald Trump soal kebijakan memutus total urat nadi keuangan dan perdagangan Iran.
Mulai dari minyak, sistem barter, dan jaringan keuangan global serta mengancam sanksi berat bagi negara lain yang nekat melanggar.
"Kebijakan itu berpotensi menjatuhkan sanksi terhadap negara pihak ketiga, bank asing, maupun perusahaan komersial yang memberikan dukungan ekonomi vital kepada Teheran," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
![Rupiah menguat tipis ke level Rp18.036 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat sore, 5 Juni 2026. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/55921-rupiah-dolar.jpg)
Lukman memproyeksikan pelemahan rupiah akan berlanjut pada perdagangan esok, tapi bergantung pada perkembangan terkait sentimen global.
Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia cenderung melemah di sore ini. Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam yakni 0,16 persen, disusul rupiah yang melemah 0,15 persen. Lalu, ringgit Malaysia melemah 0,11 persen.
Diikuti dolar Singapura melemah 0,08 persen dolar Taiwan melemah 0,04 persen. Yuan China melemah 0,04 persen dan rupee India melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea menguat 0,10 persen diikuti oleh dolar Hong Kong menguat 0,04 persen. Lalu baht Thailand menguat 0,01 persen dan peso Filipina yang menguat 0,005 persen.