alexametrics

Bos SSMS Minta Pemerintah Bantu Pelaku Usaha yang Hampir Bangkrut Imbas Pandemi

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Bos SSMS Minta Pemerintah Bantu Pelaku Usaha yang Hampir Bangkrut Imbas Pandemi
Ilustrasi Pemulihan Ekonomi Nasional (Shutterstock)

Pemerintah perlu hadir dengan solusi.

Suara.com - Chairman Citra Borneo Indah (CBI) Group Abdul Rasyid AS mengungkapkan, krisis sudah biasa ada dalam setiap kehidupan manusia. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, dan Indonesia sejak awal Maret 2020, bukanlah yang pertama.

Konglomerat PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) itu mencontohkan, Indonesia pernah mengalami krisis multidimensi pada 1997-1998. Tetapi, kali ini memang lumayan parah, sampai membuat berbagai bidang nyaris kolaps. Dalam kondisi seperti ini pemerintah perlu hadir dengan solusi.

"Ya, pemerintah perlu hadir membantu kita, membantu masyarakat, pengusaha, agar bisa bangkit kembali menatap masa depan. Pemerintah harus hadir, memberi kemudahan, agar kita bisa berkembang menaklukan krisis yang ada ini," ujar Abdul Rasyid dalam sebuah Webinar yang ditulis, Kamis (5/8/2021).

Saat ini dunia, termasuk Indonesia sedang menghadapi musibah besar akibat pandemi virus Corona, yang menghajar tidak saja bidang kesehatan, tetapi juga perekonomian.

Baca Juga: Minta Kominfo Tunda Migrasi TV Digital, Komisi I: Jangan Menambah Beban Rakyat!

Banyak sektor terpuruk, di antaranya dunia penerbangan, transportasi, pariwisata, perhotelan dan lain sebagainya.

Hanya sektor tertentu yang bisa bertahan, di antaranya komoditas perkebunan, peternakan dan lainnya. Di luar itu, saatnya anak-anak muda pekerja keras, cerdas, untuk menaklukkan keadaan.

Tetapi, menurut Abdul Rasyid, bagi pengusaha, atau siapa pun yang jeli, selalu ada peluang untuk bangkit dan berusaha. Ia menguraikan, kalau pandai, dan bisa memanfaatkan peluang, selalu ada jalan untuk bangkit, dan meraih kesuksesan.

Pengusaha nasional asal Kalimantan Tengah ini, mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, sektor komoditas tetap mendapat tempat, dicari, sehingga pihaknya tetap bisa bertahan.

"Kami memperkuat usaha dan industri perkebunan (kelapa sawit), dan peternakan sapi secara integrasi dengan perkebunan," kata Abdul Rasyid.

Baca Juga: Puan Maharani Kritik Pemerintahan Jokowi: Pertanyakan Data Anak Yatim Piatu Dampak Covid

Sebelumnya, Jumat (2/7/2021), Chief Financial Officer (CFO) SSMS, Hartono Jap mengatakan, memasuki kuartal II tahun 2021, kondisi industri sawit Indonesia tetap prospektif.

Komentar