Petani Tembakau Curhat, Perusahaan Rokok Menyusut dari 5.000 Jadi 1.700

Achmad Fauzi

Selasa, 10 Maret 2026 | 20:40 WIB
Petani Tembakau Curhat, Perusahaan Rokok Menyusut dari 5.000 Jadi 1.700
Petani memanen daun tembakau yang terendam banjir di Desa Bono, Tulungagung, Jawa Timur, Senin, (3/10/2022). Panen dini terpaksa dilakukan petani untuk mencegah kerusakan tanaman tembakau mereka yang terendam air akibat guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
baca 10 detik
  • Jumlah perusahaan rokok di Indonesia menyusut drastis dari hampir 5.000 menjadi 1.700 perusahaan saja.
  • Pelaku industri khawatir regulasi batas nikotin sulit dipenuhi karena tembakau lokal punya kadar alami lebih tinggi.
  • Sektor tembakau berkontribusi signifikan pada ekonomi, menyerap tenaga kerja besar dan cukai melebihi Rp200 triliun.

Suara.com - Pelaku industri tembakau mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi sektor hasil tembakau yang dinilai semakin tertekan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tercermin dari jumlah perusahaan rokok yang terus menyusut secara signifikan.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Edy Sutopo mengatakan, jumlah perusahaan rokok di Indonesia kini jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Kalau kita lihat dari jumlah perusahaan, kita pernah memiliki jumlah perusahaan rokok ini mendekati 5.000 perusahaan. Saat ini hanya tinggal 1.700 perusahaan, itu pun sebagian besar adalah industri kecil," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Pekerja melinting tembakau di Aceh Besar. [Dok.Antara]
Pekerja melinting tembakau di Aceh Besar. [Dok.Antara]

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan yang dinilai memberi tekanan pada keberlangsungan industri tembakau nasional.

Selain itu, pelaku industri juga menyoroti rencana pengaturan batas kadar tar dan nikotin pada produk rokok yang dinilai berpotensi menyulitkan industri rokok dalam negeri, terutama produk kretek yang menggunakan bahan baku tembakau lokal.

Edy menjelaskan bahwa karakteristik tembakau Indonesia memiliki kandungan nikotin yang secara alami lebih tinggi dibandingkan tembakau dari negara lain.

"Secara alami kandungan nikotin dari tembakau kita itu sekitar 2 sampai 8 persen, sementara tembakau dari luar hanya sekitar 1 sampai 1,5 persen. Jadi akan sangat sulit dipenuhi oleh industri rokok nasional, khususnya industri rokok kretek," imbuhnya.

Edy menambahkan, industri hasil tembakau selama ini memiliki peran besar dalam perekonomian nasional karena melibatkan banyak pihak dari sektor hulu hingga hilir.

"Ekosistem ini menyerap tenaga kerja sangat besar dari hulu sampai hilir dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional," bebernya.

baca juga

Tak hanya menyerap jutaan tenaga kerja, sektor tembakau juga menjadi salah satu kontributor besar bagi penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau.

"Kita tidak boleh menafikan dampak ekonomi yang terasa dari ekosistem tembakau ini. Ke penerimaan negara di 2024 itu lebih dari Rp200 triliun, belum pajak-pajak lain, bisa sekitar Rp300 triliun. Jadi besar sekali," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRIN Ungkap Produk Tembakau Alternatif Minim Risiko Toksikan, Apa Itu?

BRIN Ungkap Produk Tembakau Alternatif Minim Risiko Toksikan, Apa Itu?

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:57 WIB

Wacana Pelarangan Total Rokok Elektronik

Wacana Pelarangan Total Rokok Elektronik

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:46 WIB

Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh

Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:36 WIB

Terkini

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:49 WIB

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×