Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga 9 Persen Imbas Turunnya Permintaan Global

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 23 Agustus 2021 | 07:04 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga 9 Persen Imbas Turunnya Permintaan Global
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Pasar minyak dunia menutup kerugian cukup parah pada akhir pekan lalu, dimana mencatatkan posisi terburuk mingguan.

Pelemahan tersebut adalah terendah dalam 9 bulan terakhir. Para investor melakukan aksi jual untuk mengantisipasi pelemahan demand global karena faktor melonjaknya kasus corona.

Pasar minyak mentah sekarang telah membukukan kerugian tujuh hari berturut-turut. Banyak negara di seluruh dunia menanggapi meningkatnya tingkat infeksi karena varian Delta coronavirus dengan menerapkan kembali pembatasan perjalanan untuk memotong penyebaran.

China telah memberlakukan metode desinfeksi yang lebih ketat di pelabuhan, menyebabkan kemacetan, negara-negara termasuk Australia telah meningkatkan pembatasan perjalanan, dan permintaan bahan bakar jet global turun.

"Sulit bagi harga untuk menemukan dukungan dengan ketidakpastian semacam ini," kata John Kilduff, analis di Again Capital LLP di New York.

Minyak mentah Brent turun 8 persen pada minggu ini. Sedangkan pada trading akhir pekan lalu turun 1,27 dolar AS atau 1,9 persen ke harga 65,18 dolar AS per barel, terendah sejak April dan turun sekitar 8 persen untuk minggu ini.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,37 dolar AS atau 2,2 persen menjadi 62,32 dolar AS per barel. Secara mingguan kehilangan lebih dari 9 persen untuk minggu ini.

China, importir minyak mentah terbesar di dunia, telah menerapkan lockdown lagi yang memengaruhi pengiriman dan rantai pasokan global. Amerika Serikat dan China juga telah memberlakukan pembatasan kapasitas penerbangan.

"Mereka bertindak keras menekan pandemi menjadi minimal, yang merupakan ancaman langsung untuk profil permintaan di sana," kata Kilduff.

Beberapa perusahaan AS telah menunda rencana membuka kantor. Apple Inc, perusahaan AS terbesar berdasarkan nilai pasar, menunda pembukaan kantor bagi pekerjanya hingga awal 2022.

Dolar AS mencapai posisi tertinggi dalm 9 bulan terakhir seiring sinyal Federal Reserve AS mengurangi stimulus tahun ini. Harga minyak bergerak terbalik terhadap mata uang AS, membuat minyak lebih mahal bagi pembeli asing ketika dolar menguat.

Sementara varian Delta menyeret permintaan bahan bakar sementara pasokan terus meningkat. Produksi minyak AS naik menjadi 11,4 juta barel per hari dan perusahaan pengeboran menambahkan rig untuk minggu ketiga berturut-turut, kata perusahaan jasa konsultasi energi Baker Hughes.

Begitu pula Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) dan sekutunya perlahan-lahan meningkatkan pasokan yang telah ditutup di awal pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Terus Anjlok, Kini di Level Terendahnya Sejak Mei

Harga Minyak Dunia Terus Anjlok, Kini di Level Terendahnya Sejak Mei

Bisnis | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:13 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Anjlok Dalam 13 Hari Perdagangan

Harga Minyak Dunia Terus Anjlok Dalam 13 Hari Perdagangan

Bisnis | Kamis, 19 Agustus 2021 | 07:52 WIB

Permintaan Diprediksi Melambat, Harga Minyak Dunia Turun

Permintaan Diprediksi Melambat, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:30 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB