Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Permintaan Diprediksi Melambat, Harga Minyak Dunia Turun

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 16 Agustus 2021 | 08:30 WIB
Permintaan Diprediksi Melambat, Harga Minyak Dunia Turun
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia turun pada perdagangan akhir pekan lalu. Tekanan harga ini setelah International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa pertumbuhan demand terancam dan produksinya melambat signifikan seiring lonjakan kasus virus corona di dunia memaksa penerapan lockdown kembali.

Mengutip CNBC, Senin (16/8/2021) minyak mentah Brent turun 21 sen atau 0,3 persen menjadi 71,10 dolar AS per barel, setelah turun 13 sen di sesi sebelumnya.

Sedangkan minyak mentah WTI turun 12 sen atau 0,2 persen menjadi 68,97 dolar AS per barel, setelah turun 0,2 persen pada hari Kamis.

"Perubahan tiba-tiba oleh IEA telah mengguncang saraf dan membatasi reli minyak, membawa pulang realitas dampak varian Delta," kata Jeffrey Halley, analis senior dari OANDA untuk Asia Pasifik.

Kenaikan permintaan minyak mentah terhenti pada bulan Juli dan akan meningkat pada kecepatan yang lebih lambat selama sisa tahun 2021 karena lonjakan infeksi varian Delta virus corona, kata IEA pada hari Kamis.

"Kami sekarang melihat pemulihan permintaan global terhenti bulan ini dengan permintaan minyak hanya mencapai 98,3 juta barel per hari (bph) pada Agustus dan rata-rata 97,9 juta barel per hari pada September, setara dengan rata-rata hampir 98 juta barel per hari pada Juli," papar tim riset JPM Commodities Research.

Demikian pula, Goldman Sachs telah mengurangi perkiraan defisit minyak global menjadi 1 juta barel per hari dari 2,3 juta barel per hari dalam jangka pendek karena permintaan akan menurun pada Agustus dan September.

Melihat di luar risiko jangka pendek varian virus Delta, kalangan investment banking masih memperkirakan pemulihan permintaan berlanjut seiring dengan meningkatnya tingkat vaksinasi.

Sebaliknya, OPEC pada hari Kamis mempertahankan perkiraan rebound permintaan minyak secara global tahun ini dan pertumbuhan lebih lanjut pada tahun 2022, terlepas dari meningkatnya kekhawatiran tentang lonjakan infeksi COVID-19.

baca juga

Dalam laporan bulanannya, Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) juga menaikkan ekspektasi pasokan tahun depan, yang berpotensi mengganggu upaya OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, untuk mencapai keseimbangan di pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Asia, Harga Minyak Turun

Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Asia, Harga Minyak Turun

Bisnis | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:26 WIB

Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli

Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli

Bisnis | Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:47 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Bisnis | Selasa, 10 Agustus 2021 | 08:08 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×