Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Pakar Harap Pemerintah Mulai perhatikan Komoditi Kayu Ulin Hingga Cendana Khas NTT

M Nurhadi

Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:49 WIB
Pakar Harap Pemerintah Mulai perhatikan Komoditi Kayu Ulin Hingga Cendana Khas NTT
Kayu Cendana NTT (Ist)

Suara.com - Antropolog Maritim Horst Liebner berharap pemerintah Indonesia untuk lebih memikirkan kondisi sejumlah komoditas alam khas Tanah Air yang semakin memprihatinkan karena mengalami penurunan akibat eksploitasi berlebihan.

“Untuk pembangunan tidak bisa lagi. Kenapa bisa? Karena kesannya manusia ini rakus, apapun yang ada dan tidak bisa ditanam ulang ya dibuat habis saja,” kata Horst dalam acara Telusur Jalur Rempah “Masa Depan Jalur Rempah”, Selasa (24/8/2021).

Merujuk pada riset yang telah pihaknya lakukan, sejumlah komoditi seperti kayu ulin khas Kalimantan dan kayu cendana khas Nusa Tenggara Timur mulai habis dan sulit untuk ditemukan. Karena terlalu banyak pemakaian tanpa memikirkan bagaimana cara pelestarian komoditi tersebut.

Ia mencontohkan, pada abad ke-19, Indonesia dikenal sebagai penghasil teripang terbaik. Namun, seiring berjalannya waktu teripang semakin sulit ditemukan sehingga masyarakat maritim tradisional harus mencari teripang dengan menjelajahi lautan hingga ke Australia Utara.

Ia menjelaskan, minyak kelapa sawit menurutnya termasuk komoditi dalam jalur rempah juga mengalami keadaan menyedihkan karena lahan pohon kelapa sawit terus memberikan kerusakan alam dari pembakaran hutan yang dilakukan oleh manusia.

Ia menegaskan, semakin tahun jumlah manusia akan semakin banyak dan dikhawatirkan akan berdampak pada masa depan alam dan generasi muda mendatang.

“Kenapa harus gelisah? Karena orang makin banyak. Tidak ada yg bisa memikirkan bagaimana bisa dihentikan atau ada pandemi lebih parah? Di bumi ini ada 10 miliar orang. Di abad 19 baru satu miliar,” kata dia menjelaskan alasan hal tersebut menjadi sangat mengkhawatirkan.

Horst menjelaskan bila keadaan tersebut terus dibiarkan, tidak hanya komoditas yang telah ia sebutkan yang habis tetapi juga komoditas lain seperti air dan udara yang bersih akan ikut menghilang akibat sifat tamak manusia.

Seniman dan Musisi Nova Ruth ikut meminta pemerintah untuk dapat membudidayakan terumbu karang yang semakin hari semakin memutih akibat laut yang terus mengalami perubahan suhu.

“Harus mengakui bahwa banyak sekali terumbu karang yang sudah memutih, karena suhu laut semakin tinggi itu harus diselesaikan dulu,” kata Nova.

Nova mengatakan, pemerintah dapat melakukan pemetaan terumbu karang yang baik, yakni mencatat daerah mana yang terumbu karangnya tidak bisa dilewati oleh kapal dengan ke dalaman yang ditentukan, melihat fasilitas kapal-kapal yang melewati daerah tersebut.

Ia juga menyarankan pemerintah agar lebih gencar mengadakan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk dapat merawat sekaligus meningkatkan devisa negara melalui pariwisata terumbu karang.

“Saya jarang melihat kolaborasi antara Kemendikbud dengan pariwisata dan KLH. Ini harus dilakukan karena berhubungan penjagaan alam bisa dipelajari dari kearifan lokal,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPDPKS: Isu Negatif Minyak Sawit Tidak Berdasarkan Fakta di Lapangan!

BPDPKS: Isu Negatif Minyak Sawit Tidak Berdasarkan Fakta di Lapangan!

Bisnis | Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:57 WIB

Bisakah Minyak Kelapa Sawit Ekolabel Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia?

Bisakah Minyak Kelapa Sawit Ekolabel Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia?

Lifestyle | Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:30 WIB

Galada Hadirkan Ragam Kuliner Rempah Indonesia dengan Instan

Galada Hadirkan Ragam Kuliner Rempah Indonesia dengan Instan

Press Release | Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:52 WIB

Petani Kelapa Sawit Belum Rasakan Kemerdekaan

Petani Kelapa Sawit Belum Rasakan Kemerdekaan

Bisnis | Rabu, 18 Agustus 2021 | 09:46 WIB

Petani Rempah Lebih Pilih Tanam Teh dan Kopi, Industri Jamu Terancam Krisis

Petani Rempah Lebih Pilih Tanam Teh dan Kopi, Industri Jamu Terancam Krisis

Lifestyle | Rabu, 11 Agustus 2021 | 06:55 WIB

Jalan Rusak-Berdebu Gegara Truk Sawit, Ratusan Warga Duri Gelar Unjuk Rasa

Jalan Rusak-Berdebu Gegara Truk Sawit, Ratusan Warga Duri Gelar Unjuk Rasa

Riau | Selasa, 10 Agustus 2021 | 09:49 WIB

Terkini

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:50 WIB

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:07 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:00 WIB

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:55 WIB

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:43 WIB

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:38 WIB

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:02 WIB