Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

28 Persen Emas Ekspor Brazil Ternyata Ilegal, Jaksa: Ada Pihak Sengaja Tutupi Fakta

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 31 Agustus 2021 | 11:01 WIB
28 Persen Emas Ekspor Brazil Ternyata Ilegal, Jaksa: Ada Pihak Sengaja Tutupi Fakta
Ilustrasi tambang emas [gopos.id]

Suara.com - Sedikitnya 28 persen dari ekspor emas Brazil pada 2019 hingga 2020 dilaporkan berasal dari tambang ilegal. Klaim ini mengindikasikan meningkatnya tindak pemalsuan dokumen dan kurangnya penegakan hukum yang tegas.

Jaksa Federal dan Universitas Minas Gerais selaku pihak yang melaporkan hal itu juga menemukan indikasi adanya pelanggaran hukum terkait ekspor 48,9 ton emas dalam periode dua tahun.

Penambang liar di Brazil sering mengekstraksi emas dari kawasan terlarang, seperti cagar alam yang dilindungi atau tanah adat.

Aktivitas tambang dilakukan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan itu mendorong deforestasi di hutan hujan Amazon dan terbukti meracuni sungai dengan merkuri.

Untuk diketahui, laporan itu hanya menjelaskan emas yang terdaftar di pemerintah federal terkait pembayaran pajak logam mulia sehingga berpeluang jumlahnya terus bertambah. Referensi silang dilakukan dengan citra satelit di lokasi tambang yang dilaporkan.

Laporan itu menyebut, jumlah emas yang dilaporkan dari daerah tersebut melampaui kapasitas sumbernya.

"Ada upaya untuk melakukan pencucian emas ini, untuk menyembunyikan asal usulnya. Namun lewat referensi silang dengan gambar, tidak mungkin emas ini berasal dari tempat yang dilaporkan," kata Raoni Rajao, profesor manajemen lingkungan di Universitas Minas Gerais yang menjadi penulis laporan itu, dikutip dari Antara.

Untuk 6,3 ton emas, daerah yang dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai asal emas tidak menunjukkan bukti adanya penambangan lewat citra satelit.

Sisanya dilaporkan berasal dari tempat-tempat yang berbatasan dengan hutan lindung yang menunjukkan tanda-tanda telah dirusak oleh penambang.

Data pemerintah menunjukkan bahwa 111 ton emas diekspor pada 2020, lebih banyak dari total produksi 92 ton, yang menunjukkan sebagian di antaranya mungkin berasal dari sumber ilegal, kata laporan itu.

Hingga kini, Kementerian Pertambangan dan Energi Brazil belum memberikan komentar. Padahal, pada 2019 dan 2020, Kanada, Swiss, dan Inggris membeli 72 persen ekspor emas Brazil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Jadi Rp 944.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Jadi Rp 944.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:51 WIB

Dolar AS Bangkit, Harga Emas Dunia Meredup Lagi

Dolar AS Bangkit, Harga Emas Dunia Meredup Lagi

Bisnis | Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:06 WIB

Kondisi Terkini Tukang Parkir Ditembak Perampok Toko Emas di Medan

Kondisi Terkini Tukang Parkir Ditembak Perampok Toko Emas di Medan

Sumut | Senin, 30 Agustus 2021 | 17:41 WIB

PON Papua 2021, Sumbar Target Sabet 16 Medali Emas

PON Papua 2021, Sumbar Target Sabet 16 Medali Emas

Sumbar | Senin, 30 Agustus 2021 | 18:15 WIB

Cerita Tukang Parkir Ditembak Perampok Toko Emas di Medan: Cegah Pelaku....

Cerita Tukang Parkir Ditembak Perampok Toko Emas di Medan: Cegah Pelaku....

Sumut | Senin, 30 Agustus 2021 | 15:04 WIB

Pamer Emas Segede Gaban, Pengantin Make Up Sendiri Demi Ngirit

Pamer Emas Segede Gaban, Pengantin Make Up Sendiri Demi Ngirit

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 14:52 WIB

Terkini

Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:44 WIB

Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste

Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura

Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:39 WIB

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:27 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:14 WIB

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:24 WIB

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:00 WIB

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB