HPTL Diharapkan Mampu Tekan Prevalensi Perokok

Iwan Supriyatna

Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:45 WIB
HPTL Diharapkan Mampu Tekan Prevalensi Perokok
Tembakau merupakan bahan utama rokok. (Shutterstock)

Suara.com - Produk tembakau alternatif atau hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dapat menjadi upaya komplementer dalam menekan prevalensi perokok dan bahaya akibat rokok di Indonesia. Untuk itu, perlu dilakukan lebih banyak penelitian terkait produk hasil inovasi tersebut.

Mantan Direktur Kerja Sama & Koordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Profesor Tikki Pangestu, menyebutkan ada sejumlah faktor yang menjadi tantangan dalam penanggulangan epidemi merokok di Indonesia, seperti faktor sosiologi, perilaku, dan psikologi masyarakat.

Saat ini, akses terhadap rokok sangat mudah dijangkau oleh masyarakat, namun akses terhadap produk tembakau alternatif malah masih sulit untuk dijangkau.

“Di Indonesia, merokok sudah dianggap sebagai bagian dari gaya hidup,” kata Tikki dalam diskusi online bertajuk Adiksi Nikotin: Pandangan Regulasi dan Tata Laksana Praktis ditulis Selasa (31/8/2021).

Tikki melanjutkan, diperlukan strategi khusus untuk menangani epidemi merokok yang sudah membudaya di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan dan mendukung penggunaan produk HPTL, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan snus.

Pemanfaatan produk HPTL sudah dilakukan oleh sejumlah negara maju, di antaranya adalah Jepang, Inggris, Selandia Baru, hingga negara-negara anggota Uni Eropa. Hasilnya ialah penurunan jumlah perokok di negara-negara tersebut.

“Ada beberapa negara yang 100% menyokong inovasi baru ini, seperti di Inggris, Selandia Baru, dan Jepang. Di Inggris misalnya, rokok elektrik digunakan sebagai salah satu upaya untuk mendorong perokok berhenti dari kebiasaannya. Upaya tersebut juga dipromosikan secara aktif oleh pemerintahnya,” terang Tikki.

Menurut Tikki, Public Health England, lembaga eksekutif departemen kesehatan Inggris, mencatat bahwa terdapat banyak perokok yang bisa berhenti merokok setelah beralih ke produk HPTL.

Artinya, penggunaan maupun penelitian mengenai produk tembakau alternatif sangat didukung oleh pemerintah Inggris. Hal serupa juga terlihat di sejumlah negara maju lainnya. Selain itu, berdasarkan hasil kajian ilmiah, produk HPTL telah terbukti memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok.

baca juga

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Imran Agus Nurali, mengatakan konseling kesehatan dapat dikedepankan untuk mendorong perokok dewasa berhenti merokok secara langsung.

“Kita juga melayani kampanye dan klinik berhenti merokok. Mudah-mudahan ini bisa membantu untuk masyarakat yang ingin berhenti,” ujarnya.

Senada dengan Imran, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Tribowo Tuahta Ginting, menjelaskan untuk berhenti merokok dapat dilakukan secara langsung maupun dengan mengurangi konsumsinya secara bertahap.

“70% perokok mengatakan ingin berhenti merokok, tetapi hanya 7,9% yang dapat melakukannya tanpa bantuan,” katanya.

Oleh karena itu perlu adanya bantuan bagi perokok dewasa melalui konseling. Tribowo melanjutkan bahwa konseling bisa dilakukan di mana saja, misalnya sekolah.

“Sebenarnya kita sudah mengembangkan modul untuk melakukan konseling kepada guru dan nakes. Tapi memang modulnya akan berbeda untuk satu dan yang lain,” katanya.

Adapun alternatif lainnya bisa dengan menggunakan alternatif pengganti nikotin, seperti dalam bentuk permen karet maupun koyo nikotin. Lalu untuk pendampingnya menggunakan obat varenicline namun obat ini sudah tidak tersedia di Indonesia karena harganya cukup tinggi. Tingkat efektivitasnya sebesar 80%.

Terkait produk HPTL, menurut Tribowo, perlu dilakukan kajian lebih mendalam untuk menilai efektivitas dan keamanannya.

“Kita sejauh ini masih melihat banyak aspek, tidak hanya melihat kadar nikotinnya atau bagaimana cara pemberiannya, tapi juga melihat aspek lain yang ada dalam produk tersebut,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pedagang Tembakau untuk Tingwe Bisa Kena Tarif Cukai

Pedagang Tembakau untuk Tingwe Bisa Kena Tarif Cukai

Surakarta | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:34 WIB

Tegaskan Penolakan Kenaikan Cukai, Petani Tembakau Kirim Surat ke Jokowi

Tegaskan Penolakan Kenaikan Cukai, Petani Tembakau Kirim Surat ke Jokowi

Jogja | Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:42 WIB

Setop Sekarang! Merokok Bisa Bikin Cepat Tua

Setop Sekarang! Merokok Bisa Bikin Cepat Tua

Health | Senin, 30 Agustus 2021 | 16:50 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×