Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Tani dan Nelayan akan Gelar Rembug Paripurna untuk Susun Program Strategis

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Selasa, 21 September 2021 | 12:11 WIB
Tani dan Nelayan akan Gelar Rembug Paripurna untuk Susun Program Strategis
Ilustrasi Petani Sedang Panen (pexels.com)

Suara.com - Dalam waktu dekat, Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional akan menggelar rembug paripurna organisasi, sebagai penyegaran dan pergantian jajaran pengurus baru untuk 5 tahun ke depan. KTNA merupakan organisasi yang lahir dari rahim petani pada tahun 1971 di Cihea, Cianjur, Jawa Barat.

Sekjen KTNA Nasional, Sofyan mengatakan, pergantian pengurus ini merupakan kedaulatan tertinggi organisasi untuk menyusun program strategis di 5 tahun yang akan datang.

"Pergantian ini diharapkan mampu memotivasi semangat para petani dan nelayan untuk tetap berproduksi dan tetap bersinergi dengan para penyuluh di lapangan," ujar Sofyan di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Sofyan mengatakan, secara teknis, pergantian tersebut dipilih secara berjenjang, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten kota, provinsi, sampai paling tinggi di tingkat nasional. Kegiatan ini juga sekaligus menyempurnakan AD/ART dan peraturan organisasi.

"Yang pasti, input dari rembug paripurna ini, kami ingin membantu pemerintah dalam mensukseskan pembangunan pertanian Indonesia," katanya.

Ke depan, Sofyan berharap, KTNA mampu melahirkan banyak SDM muda yang berkualitas dan cerdas, serta memiliki kemampuan dalam membangun pertanian maju, mandiri dan modern.

"Anak muda harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dan menghasilkan program kerja yang bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah, khususnya di lingkup Kementerian Pertanian," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kolaborasi antara Kementan dengan KTNA terkait pembangunan sektor pertanian Indonesia. Ia juga menyampaikan selamat atas terselenggaranya rembug paripurna, yang secara khusus disusun untuk mengawal dan menjaga momentum kebangkitan sektor pertanian.

"Kita berharap, KTNA mengawal program pemerintah, yang saat ini fokus pada peningkatan kesejahteraan petani, produksi melalui sentuhan teknologi dan mekanisasi, serta regenerasi petani," katanya.

Kuntoro menambahkan, peranan KTNA selama ini sangat penting mengingat banyak pelaku usaha dan praktisi di sana yang paham dan bergelut dengan sektor ini di lapangan. KTNA, kata Kuntoro adalah mitra pemerintah dan pelopor, serta penggerak kemajuan sektor pertanian modern.

"Pemerintah berharap KTNA mencetak lebih banyak generasi muda pertanian yang berkemampuan tinggi dan berkualitas," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Era 4.0, Pertanian Modern harus Gunakan Alat dan Mesin untuk Genjot Produktivitas

Era 4.0, Pertanian Modern harus Gunakan Alat dan Mesin untuk Genjot Produktivitas

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 08:12 WIB

Bantu Kembangkan Pertanian, Mentan Minta KUR Bisa Terus Diserap Petani

Bantu Kembangkan Pertanian, Mentan Minta KUR Bisa Terus Diserap Petani

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 07:52 WIB

Mentan: Sebagai Satu Negara Pengekspor Terbesar, Indonesia akan Tingkatkan Peran Global

Mentan: Sebagai Satu Negara Pengekspor Terbesar, Indonesia akan Tingkatkan Peran Global

Bisnis | Senin, 20 September 2021 | 19:47 WIB

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi dalam Anugerah Humas Indonesia 2021

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi dalam Anugerah Humas Indonesia 2021

News | Senin, 20 September 2021 | 19:11 WIB

Berkat Irigasi Pertanian, Petani Simalungun Semakin Intens Bercocok Tanam

Berkat Irigasi Pertanian, Petani Simalungun Semakin Intens Bercocok Tanam

Bisnis | Sabtu, 18 September 2021 | 16:12 WIB

Indonesia Siap Jadi Ketua AWG G20 Tahun 2022

Indonesia Siap Jadi Ketua AWG G20 Tahun 2022

Bisnis | Sabtu, 18 September 2021 | 12:36 WIB

Terkini

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB