alexametrics

Ketua IMF Diduga Terlibat Skandal Data Ekonomi Demi Dukung China

M Nurhadi
Ketua IMF Diduga Terlibat Skandal Data Ekonomi Demi Dukung China
Logo IMF. (Shutterstock)

Ketua IMF Kristalina Georgieva menekan staf untuk mengubah data, guna mendukung China saat menjabat sebagai CEO bank.

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan, dewan eksekutifnya akan bertemu untuk membahas laporan yang disiapkan bagi Bank Dunia terkait laporan Ketua IMF Kristalina Georgieva menekan staf untuk mengubah data, guna mendukung China saat menjabat sebagai CEO bank.

IMF menyebut, dewan setuju untuk segera bertemu lagi untuk diskusi lebih lanjut meski tidak menjelaskan lebih spesifik terkait hal ini.

"Dewan membahas pertimbangan Komite Etik sejauh ini dan memiliki pertukaran pandangan awal tentang laporan tersebut dan pernyataan Direktur Pelaksana sebagai tanggapannya," kata juru bicara itu.

Dewan menekankan "pentingnya untuk melakukan tinjauan menyeluruh, objektif, dan tepat waktu serta setuju untuk segera bertemu lagi untuk diskusi lebih lanjut," kata juru bicara itu.

Baca Juga: Australia Mau Punya Kapal Selam Nuklir, Indonesia dan China Langsung Bereaksi

Sebelumnya, Georgieva membantah tuduhan bahwa dia menekan staf Bank Dunia untuk mengubah data saat mempersiapkan laporan Doing Business 2018 tentang iklim bisnis negara.

“Biarkan saya menjelaskannya dengan sangat sederhana kepada Anda. Tidak benar. Baik dalam kasus ini, maupun sebelum atau sesudahnya, saya telah menekan staf untuk memanipulasi data,” kata Georgieva kepada staf IMF, menurut transkrip pertemuan yang diberikan kepada Reuters.

Laporan investigasi, yang disiapkan oleh firma hukum WilmerHale atas permintaan komite etika Bank Dunia, menemukan bahwa Georgieva dan pejabat senior Bank Dunia lainnya menerapkan “tekanan yang tidak semestinya” kepada staf untuk meningkatkan peringkat China dalam hal iklim bisnis.

Komentar