Antisipasi Kekosongan Stok, Indonesia Kembali Terima 5 Juta Vaksin Sinovac dari China

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Senin, 20 September 2021 | 17:20 WIB
Antisipasi Kekosongan Stok, Indonesia Kembali Terima 5 Juta Vaksin Sinovac dari China
Indonesia kembali kedatangan sebanyak 5 juta dosis Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi atau siap suntik yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (20/9/2021). (Foto RYIADHY/INFOPUBLIK/KOMINFO)

Suara.com - Indonesia kembali kedatangan sebanyak 5 juta dosis Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi atau siap suntik yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (20/9/2021).

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan dengan kedatangan vaksin tahap ke-70 ini, maka Vaksin Sinovac yang sudah hadir di Indonesia berjumlah 53.776.000 dosis.

"Angka ini akan terus bertambah, mengingat rencananya, pada Selasa, 21 September, kita akan kembali menerima 5 juta dosis vaksin jadi merek yang sama," kata Nadia, Senin (20/9/2021).

Total vaksin yang sudah hadir di tanah air dalam bentuk bahan baku (bulk) dan vaksin siap pakai dari berbagai merek adalah sebanyak 262.350.400 dosis.

Menurut Nadia, dalam beberapa minggu kedepan Indonesia akan menerima lebih banyak lagi kedatangan vaksin.

Indonesia kembali kedatangan sebanyak 5 juta dosis Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi atau siap suntik yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (20/9/2021). (Foto RYIADHY/INFOPUBLIK/KOMINFO)
Indonesia kembali kedatangan sebanyak 5 juta dosis Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi atau siap suntik yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (20/9/2021). (Foto RYIADHY/INFOPUBLIK/KOMINFO)

"Ini sebagai upaya pemerintah agar tidak terjadi kekosongan stok vaksin di negara kita,” tutur Nadia.

Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto menambahkan, per 19 September pihaknya telah mendistribusikan 169.114.468 dosis vaksin ke berbagai wilayah di tanah air.

Rinciannya, Vaksin Sinovac 31.142.594 dosis, Sinovac produksi Bio Farma 104.368.200 dosis, Astrazeneca 19.551.984 dosis, Moderna 7.867.580 dan Sinopharm yang diterima sebagai hibah sebanyak 720.766 dosis, ditambah 4.462.344 dosis vaksin Pfizer.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petinju Putri Kalimantan Selatan, Aldriani Beatrichx Suguro Bidik Emas PON Papua

Petinju Putri Kalimantan Selatan, Aldriani Beatrichx Suguro Bidik Emas PON Papua

Sport | Senin, 20 September 2021 | 16:54 WIB

1.819 Dosis Sinovac di Aceh Tenggara Tak Terpakai, Begini Penjelasan Dinkes

1.819 Dosis Sinovac di Aceh Tenggara Tak Terpakai, Begini Penjelasan Dinkes

Sumut | Rabu, 15 September 2021 | 18:47 WIB

24.464 Pelajar di Padangsidimpuan Segera Divaksin Covid-19

24.464 Pelajar di Padangsidimpuan Segera Divaksin Covid-19

Sumut | Rabu, 15 September 2021 | 11:18 WIB

1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Kembali Mendarat di Indonesia

1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Kembali Mendarat di Indonesia

News | Selasa, 14 September 2021 | 14:47 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×