Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Petani dan Pedagang Jagung Pertanyakan Peranan Kemendag

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 22 September 2021 | 12:39 WIB
Petani dan Pedagang Jagung Pertanyakan Peranan Kemendag
Ilustrasi Jagung. (Pixabay)

Suara.com - Sejumlah pedagang jagung mengaku keberatan dengan stetment Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi yang mengatakan bahwa stok jagung nasional saat ini dalam kondisi tidak tersedia. Menurut mereka stetment tersebut sarat kaitannya dengan muatan politis yang pada akhirnya mengambil jalan impor.

Pengumpul, Pedagang sekaligus Pengelola Korporasi Petani khusus Jagung di Nusa Tenggara Barat, Dean Novel mengatakan, stok jagung di sejumlah Provinsi saat ini dalam kondisi yang sangat melimpah alias tidak terjadi kekurangan sedikitpun. Sebaliknya, ia dan petani jagung NTB mempertanyakan peranan Kemendag dalam melakukan distribusi.

"Yang pertama Kemendag jangan melihat kondisi jagung dari musim tanam atau musim kosong. Tapi mereka harus melihat dari momen over suplay. Tidak adil itu namanya. Sekarang kami jadi bertanya kemana mereka saat petani membutuhkan. Kemendag harus bertanggungjawab karena mereka adalah regulator perdagangan yang mengatur HPP," ujar Dean, Rabu, (22/9/2021).

Di NTB, kata Dean, ukuran Pulau Lombok saja memiliki areal panen 21.000 hektare. Lalu ada 2 Kecamatan yang sejak dulu selalu memasuki masa panen pada akhir Oktober. 2 Kecamatan itu masing-masing adalah Kecamatan Gerung dan Kecamatan Lembar.

"Di 2 Kecamatan itu saja luasan panennya mencapai 4000 hektare dan menghasilkan 6 ton pipilan jagung kering perhektare. Jadi rasanya tidak masuk akal kalau Pak Mendag bilang stok jagung tidak ada. Jadi kalau Pak Mendag mau cari 30 ribu ton jagung datang saja ke NTB dan bawa duit, lalu beli jagung petani sambil nikmati sunset," katanya.

Bagi Dean, pernyataan tidak ada stok jagung memang tidak masuk akal. Apalagi semua daerah sentra jagung di NTB sedang melaksanakan panen raya. Terlebih saat ini ada kecenderungan petani di NTB ogah menjual jagung dalam bentuk batangan.

"Mereka maunya menjual dalam bentuk pipilan kering karena harganya bagus di kisaran 5 ribu. Sekali lagi, saya dan petani di NTB mengundang Menteri Perdagangan datang ke kawasan sentra jagung di Kecamatan Jerowaru, Sambelu dan Ringga Baya. Mari kita selesaikan jagung dengan cara negarawan," katanya.

Di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Petani sekaligus Pedagang Jagung Kecamatan Mera Urak, Warno juga mengaku keberatan jika kondisi jagung dikatakan tidak memiliki stok yang cukup. Pernyataan itu kata dia hanya akan menimbulkan polemik dan meresahkan petani-peternak.

Karena itu, Ia menantang agar pihak yang merasa tidak percaya untuk mendatangi langsung sentra jagung seperti yang ada di Desa Borehbangle, Mera Urak, Tuban, Jawa Timur. Di sana, kondisi pertanaman jagung sudah memasuki usia 80 hari, yang berarti tidak lama lagi akan memasuki panen raya.

baca juga

"Jagung di Tuban itu menghasilkan 1 juta ton dalam 1 tahun. Jadi sangat tidak mungkin sekali kalau dikatakan tidak ada," katanya.

Soal kelangkaan, menurut Warno bisa saja adanya kemungkinan monopoli dari pengusaha besar agar stok yang ada semakin menipis. Setelah itu mereka keluar dan mengatakan jagungnya tersedia.

"Mereka kan sistemnya mencari laba. Kalau dijual langsung kan mereka gak dapet keuntungan. Tapi kalau stoknya sudah menipis baru mereka jual ke pabrik untungnya bisa lebih besar. Nah soal ini lagi-lagi Kemendag yang mempunyai peranan," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto menegaskan bahwa wilayahnya siap mensuplai kebutuhan jagung bagi peternak ayam petelur maupun ayam layer. Menurutnya pada bulan September dan Oktober ini produksi jagung di Kabupaten Grobogan mencapai 170 ribu ton.

"Bulan September ini luas panen ada 26 ribu hektar dengan produksi 170 ribu ton. Kalau dikonversi dengan kadar air 15-17 persen maka masih ada 120 ribu ton," katanya.

Sunanto menjelaskan, sejumlah sentra jagung yang bisa dilihat kondisi stoknya adalah Kecamatan Kedungjati, Karangayung, Penawangan, Toroh Geyer, Pulokulon, Karadenan, Gabus dan Kecamatan lain yang sedang melakukan panen raya.

"Saat ini harganya juga bagus dan sebagai perwujudan program pemulihan ekonomi nasional," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba Drone Untuk Pertanian

Uji Coba Drone Untuk Pertanian

Foto | Kamis, 16 September 2021 | 15:06 WIB

Kementan: Peluang Ekspor Beras Premium sangat Besar

Kementan: Peluang Ekspor Beras Premium sangat Besar

Bisnis | Kamis, 16 September 2021 | 10:00 WIB

Akibat Aksi Suroto, Presiden Jokowi Panggil Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan

Akibat Aksi Suroto, Presiden Jokowi Panggil Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan

Sulsel | Kamis, 16 September 2021 | 05:55 WIB

Pelajar di Aceh Hasilkan 1,2 Ton Produk Hasil Pertanian

Pelajar di Aceh Hasilkan 1,2 Ton Produk Hasil Pertanian

Sumut | Rabu, 15 September 2021 | 16:41 WIB

Ekspor Pertanian Agustus 2021 Naik 17,89% Dibanding Bulan Sebelumnya

Ekspor Pertanian Agustus 2021 Naik 17,89% Dibanding Bulan Sebelumnya

Bisnis | Rabu, 15 September 2021 | 14:46 WIB

Dua Kisah Perempuan dan Proses Berubah Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

Dua Kisah Perempuan dan Proses Berubah Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

Lifestyle | Rabu, 15 September 2021 | 12:50 WIB

Terkini

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lampung | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Malang | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:28 WIB

×