Kalbar Miliki Potensi Tanaman Hias yang Diburu Pasar

Iwan Supriyatna

Rabu, 29 September 2021 | 06:36 WIB
Kalbar Miliki Potensi Tanaman Hias yang Diburu Pasar
Warga menyemprotkan tanaman hias di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (3/10). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Di masa pandemi Covid-19 sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu di rumah. Untuk mengisi waktu luang, kebiasaan baru muncul. Salah satunya mengoleksi tanaman hias. Di Indonesia banyak tanaman hias yang tersebar di berbagai wilayah, salah satunya di Kalimantan Barat.

Kolektor dan pembudidaya tanaman hias Handry Chuhairy memaparkan, Kalimantan Barat memiliki potensi tanaman hias yang diminati pasar. Misalkan scindapsus, rhaphidophora, homalomena, schismatoglottis, alocasia, colocasia, amydrium, dan epipremnum, yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat.

Di habitat asli, kata Handry, akan terjadi mutasi. Ada dua jenis mutasi, yaitu bentuk dan mutasi warna. Dari warna ini pun banyak. Ada yang keluar varigata warna putih, varigata warna kuning, maupun varigata marbel, dan lain sebagainya.

"Jadi, ini seperti mode fashion, mengikuti terus," papar Handry dalam Alinea Forum Online bertema "Ladang Bisnis Sukses Hingga Jadi Jutawan: Tanaman Hias Kalimantan" ditulis Rabu (29/9/2021).

Perubahan tren dalam jual-beli tanaman hias akan terus terjadi jika tanaman hias terus dikembangkan dengan tidak langsung mengambil dari hutan asli lalu dijual.

"Saya minta tolong, di beberapa daerah di Kapuas, Kalimantan Barat, apabila menemukan spesies ataupun tanaman dari hutan jangan langsung dikirim. Kalau langsung kirim, kita bisa tidak punya bonggol. Kita akan kehilangan satu trah yang terbaik," pinta Handry.

Handry memberikan resep beberapa hal yang dapat dilakukan agar saat mengembangkan tanaman hias eksistensinya tetap terjaga. Di antaranya perlu memperhatikan media tanam, penyiraman, sinar matahari dan suhu, perawatan, dan perbanyakan.

Hobi tanaman hias yang kembali menanjak membuat bisnis di bidang ini cukup menjanjikan. Tanaman jenis tertentu, apalagi yang lagi jadi buruan, hargannya menanjak gila-gilaan. Ini mendorong banyak pihak yang bergelut dalam jua-beli tanaman hias tanpa memperhatikan keberlanjutan di tempat aslinya.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengakui, di wilayahnya masih banyak pelaku usaha yang langsung mengambil tanaman hias dari hutan asli. Mereka bahkan menggunakan truk saat berburu dan untuk mengangkut tanaman hias dari hutan.

baca juga

Jika terus seperti itu, kata dia, bisnis tanaman hias yang seharusnya bisa berkelanjutan dan menggerakkan ekonomi warga justru akan mengancam kelestarian lingkungan. Jika itu terjadi, keberlanjutan dari bisnis tanaman hias terancam.

Karena itu, kata Karolin, pelatihan bagi pelaku usaha tanaman hias perlu diberikan. Pihaknya akan mengidentifikasi pihak-pihak yang bakal didorong untuk menjadi pelaku usaha tanaman hias. Ia berharap pelatihan itu bermanfaat bagi warga.

"Sehingga teman-teman di lapangan juga bisa mengembangkan tanaman hias di Kalimantan Barat, terutama dalam semangat melestarikan lingkungan. Mereka tidak hanya mengambil dari hutan, tetapi bagaimana agar tanaman kita kembangkan, baru kemudian diambil keuntungannya secara ekonomi," paparnya.

Hal serupa diakui Ketua PKK Kapuas Hulu Angeline Fremalco. Ia mengatakan, saat ini ada sejumlah tanaman hias asli Kapuas Hulu yang diburu pasar, yakni jenis aroid. Antara lain alocasia, rhaphidophora, scindapsus, dengan varian varigata.

Tanaman hias ini amat berpotensi untuk menggerakan ekonomi masyarakat.

"Raphidophora yang biasa dengan kondisi 5-6 daun cuma dijual Rp200.000, tetapi kalau itu varigata dengan 5-6 daun harganya bisa Rp20 juta," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aiihh... Ini Lho Tips Merawat Tanaman Hias Ala Artis Cantik Maudy Koesnaedi

Aiihh... Ini Lho Tips Merawat Tanaman Hias Ala Artis Cantik Maudy Koesnaedi

Surakarta | Selasa, 28 September 2021 | 23:39 WIB

5 Wisata Pantai Pontianak: Pulau Lemukutan, Pantai Pasir Panjang, Hingga Pantai Pulau Sawi

5 Wisata Pantai Pontianak: Pulau Lemukutan, Pantai Pasir Panjang, Hingga Pantai Pulau Sawi

Kalbar | Selasa, 28 September 2021 | 20:13 WIB

Satlantas Polresta Pontianak Imbau Taat Peraturan Tidak Hanya Saat Berlangsung Operasi

Satlantas Polresta Pontianak Imbau Taat Peraturan Tidak Hanya Saat Berlangsung Operasi

Otomotif | Selasa, 28 September 2021 | 20:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×