Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Inilah Negara Terkaya di Dunia Tahun 2021, Kalahkan Amerika Serikat dan China

M Nurhadi

Kamis, 30 September 2021 | 14:56 WIB
Inilah Negara Terkaya di Dunia Tahun 2021, Kalahkan Amerika Serikat dan China
Luksemburg. (Shutterstock)

Suara.com - Berbicara soal negara terkaya di dunia, mayoritas jawaban pasti tertuju pada negara adidaya Amerika Serikat (AS) atau China. Ternyata jawaban itu salah. Melansir dari Nasdaq, negara terkaya di dunia saat ini adalah Luksemburg.

Predikat negara terkaya yang disandang Luksemburg didasarkan atas pendapatan per kapita penduduknya, yang didapatkan dari nilai total produk domestik bruto (PDB) dibagi dengan total penduduknya.

Untuk informasi, PDB merupakan total nilai produksi dan jasa yang dihasilkan semua orang atau perusahaan dalam suatu negara.

Luksemburg menjadi jawara dengan nilai pendapatan per kapita mencapai 131.781 dolar Amerika Serikat per tahun. Dengan jumlah penduduk yang hanya 613.000 jiwa total PDB Luksemburg adalah 84,07 miliar dolar AS. Jumlah ini juga menjadikan Luksemburg sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-66 di dunia.

Itu artinya, setiap penduduk Luksemburg berpenghasilan rata-rata Rp1,89 miliar per tahun. Jumlah ini jauh di atas Indonesia yang hanya memiliki PDB 1.110 miliar dolar AS per tahun.

Pendapatan per kapita Luksemburg disumbang dari industri barang-barang mewah berkualitas tinggi serta jasa keuangan.

negara terkaya di dunia Luksemburg (Unsplash/Cedric)
negara terkaya di dunia Luksemburg (Unsplash/Cedric)

Negara ini menjadi salah satu pusat keuangan terpenting di dunia selain beberapa negara tetangga seperti Jerman, Perancis, dan Belanda.

Jumlah nilai tambah di sektor produksi produk-produk keuangan dan barang mewah naik menjadi 77 persen pada tahun 1995 dari 38 persen pada tahun 1958. Saat ini, sekitar 88 persen kekayaan Luksemburg berasal dari sektor jasa, termasuk hampir sepertiga dari jasa keuangan.

Strategi ekonomi Luksemburg bukan tanpa alasan. Sebelum tahun 1950 ekonomi negara banyak ditopang oleh industri baja.

Isu lingkungan dan ekonomi hijau membuat Luksemburg secara besar-besaran mendiversifikasi sumber-sumber perekonomian mereka.

Kini, era ketergantungan terhadap baja sudah berakhir dan berganti pada sektor ekonomi baru yang  lebih berkelanjutan yakni di bidang jasa.

Menjadi negara yang hanya berbatasan dengan daratan di Eropa Barat atau landlock juga membuat posisi Luksemburg menjadi sangat strategis.

Luksemburg berbatasan langsung dengan Jerman, Perancis, dan Belgia. Kondisi geografis tersebut juga membuat strategi ekspor-impor Luksemburg masih didominasi sesama negara Uni Eropa. Sekitar 84 persen pendapatan Luksemburg ditopang dari sektor ini.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibubarkan Paksa saat Unjuk Rasa di Kedubes AS, Mahasiswa Papua: Aparat Rasis!

Dibubarkan Paksa saat Unjuk Rasa di Kedubes AS, Mahasiswa Papua: Aparat Rasis!

News | Kamis, 30 September 2021 | 14:13 WIB

CEK FAKTA: Lagu Michael Jackson Ini Diharamkan AS karena Memuji Kebesaran Islam, Benarkah?

CEK FAKTA: Lagu Michael Jackson Ini Diharamkan AS karena Memuji Kebesaran Islam, Benarkah?

News | Kamis, 30 September 2021 | 13:11 WIB

Teori Lain di Balik G30SPKI: Operasi Rahasia AS dan CIA

Teori Lain di Balik G30SPKI: Operasi Rahasia AS dan CIA

Kalbar | Kamis, 30 September 2021 | 11:32 WIB

Distribusi Vaksin Belum Rata, China Dukung Pengabaian HAKI Vaksin Covid-19

Distribusi Vaksin Belum Rata, China Dukung Pengabaian HAKI Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 30 September 2021 | 11:00 WIB

Update Piala Sudirman 2021: Thailand Pecah Rekor Lawan China

Update Piala Sudirman 2021: Thailand Pecah Rekor Lawan China

Your Say | Kamis, 30 September 2021 | 10:05 WIB

Keji, Viral Tiga Kucing Dibunuh setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Keji, Viral Tiga Kucing Dibunuh setelah Dinyatakan Positif Covid-19

News | Kamis, 30 September 2021 | 10:48 WIB

Terkini

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:06 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:17 WIB

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:58 WIB

Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram

Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:50 WIB

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:43 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Ikut Laporkan Kasus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana

Purbaya Klaim Kemenkeu Ikut Laporkan Kasus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:42 WIB

Bukan Cuma soal Gizi, Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Dahsyat Kalau MBG Berjalan Benar

Bukan Cuma soal Gizi, Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Dahsyat Kalau MBG Berjalan Benar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:41 WIB

Emiten SMMT dan MGRO Beri Komentar Soal DSI

Emiten SMMT dan MGRO Beri Komentar Soal DSI

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:33 WIB