Distribusi Vaksin Belum Rata, China Dukung Pengabaian HAKI Vaksin Covid-19

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 30 September 2021 | 11:00 WIB
Distribusi Vaksin Belum Rata, China Dukung Pengabaian HAKI Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Distribusi vaksin Covid-19 yang belum merata di seluruh dunia turut menjadi perhatian China.

Sebagai salah satu negara dengan produksi vaksin terbesar di dunia, China mendukung gerakan yang mengabaikan hak kekayaan intelektual alias HAKI atas vaksin Covid-19.

Itu artinya, hasil penelitian vaksin dan formula pembuatannya bisa dibagikan dengan bebas tanpa perlu membayar hak paten dan biaya lainnya.

Dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC), Selasa (28/9), Chen Xu selaku kepala perutusan China di Jenewa, mendesak sejumlah negara yang memiliki pandangan yang sama dengan China agar bertindak aktif dalam menjalin kerja sama terkait pengabaian hak kekayaan intelektual vaksin itu.

Petugas kesehatan dari Pemrov DKI Jakarta menyuntikan vaksin COVID-19 saat mengikuti vaksinasi COVID-19 di bawah Jalan layang Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/8/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Petugas kesehatan dari Pemrov DKI Jakarta menyuntikan vaksin COVID-19 saat mengikuti vaksinasi COVID-19 di bawah Jalan layang Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/8/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Dia juga mengajak semua negara anggota PBB dan pihak-pihak lain untuk memperluas produksi vaksin dan meningkatkan kemampuan produksi vaksin negara-negara berkembang, baik melalui ekspor, donasi, penelitian dan pengembangan bersama, jaringan waralaba, dan transfer pengetahuan.

"Pandemi COVID-19 dan munculnya berbagai varian telah berdampak parah terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di semua negara, terutama di negara berkembang sehingga mengancam kesehatan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam situasi yang lebih rentan," ujarnya seperti dikutip media penyiaran China.

Oleh karena vaksin masih menjadi senjata utama dalam memerangi pandemi, Chen menekankan bahwa distribusi vaksin yang tidak merata dan tidak berimbang menjadi tantangan terbesar.

Hal itu juga menjadikan kesenjangan antarnegara yang cukup besar sehingga harus segera diatasi.

"Kami menyerukan PBB agar bertindak adil dan menyetarakan distribusi serta membuka akses vaksin COVID-19 secara global," ujarnya.

Baca Juga: Update Piala Sudirman 2021: Thailand Pecah Rekor Lawan China

Chen juga mendesak semua negara agar mendahulukan hak hidup dengan sehat bagi warganya daripada pertimbangan lain, seperti kepentingan ekonomi, politik atau faktor lainnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI