Pelindo Resmi Gabung, Jokowi: Butuh Tujuh Tahun untuk Lakukan Merger

Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:22 WIB
Pelindo Resmi Gabung, Jokowi: Butuh Tujuh Tahun untuk Lakukan Merger
Presiden Jokowi. [Dok.ANTARA]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan penggabungan atau merger BUMN PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Merger Pelindo ini sudah diminta Jokowi sejak tujuh tahun lalu.

"Tujuh tahun lalu sudah saya perintahkan menteri BUMN dan seluruh dirut pelindo I-IV untuk segara mengholdingkan perusahaannya. Butuh 7 tahun untuk mengholdingisasi teralisasi, kalau belum dilakukan yaudah virtual holding, dilakukan virtual holding. Ini Alhamdulillah sudah terjadi Pelindo I-IV digabungkan menjadi PT Pelindo," ujar Jokowi dalam peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (14/10/2021).

Menurut Jokowi, penggabungan Pelindo ini dibutuhkan untuk mengurangi biaya logistik. Sebab, diakuinya biaya logistik Indonesia masih jauh tinggi dibanding dengan negara-negara tetangga lainnya.

"Kita tau biaya logistik negara kita dibanding negara tetangga masih jauh tertinggal, mereka sudha 12% biaya logistik kurang lebih, kita masih 23%, artinya ada yg tidak efisien di negara kita," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Ini menuturkan, penggabungan Pelindo ini diharapkan mendapatkan partner yang memiliki jaringan yang luas. Sehingga, terang dia, produk-produk Indonesia bisa beredat di negara lain dan jadi satu bagian suplai chain.

"Saya sangat mengapresiasi yang dilakukan Kementerian BUMN, ini jadi sebuah kekuatan besar, tadi sudah disampaikan masuk ke 8 besar dunia, inilah yang kita harapkan," tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menambahkan, sebenarnya penggabungan Pelindo secara resmi dilakukan pada 1 Oktober lalu.

Menurut Arif, tujuan penggabungan Pelindo ini untuk menyatukan pelayanan kepelabuhan indonesia yang selama ini masih terpisah,

"Selama ini layanan kepelabuhanan terpisah sementara kapabilitas Pelindo tidak sama dan mengakibatkan perbedaan layanan dan tidak efisien sistem logistik nasional. Penggabungan BUMN pelabuhan sehingga dapat membantu menurunkan biaya logistik bertahap dan daya saing BUMN pelabuhan di tingkat global," pungkas dia.

Baca Juga: Kisah Masa Lalu Dan Sepak Terjang Yusril Ihza Mahendra, Kerap Berjuang Lalu Dilupakan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI