Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Insight Dukung Gerakan Peduli Talasemia Melalui Produk Reksa Dana

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:17 WIB
Insight Dukung Gerakan Peduli Talasemia Melalui Produk Reksa Dana
Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia.

Suara.com - Talasemia merupakan kelainan darah yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua, dan membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Keluhan yang dirasakan penderita Talasemia adalah cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas.

PT Insight Investments Management (INSIGHT) berkolaborasi dengan Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dan Yayasan Talasemia Indonesia (YTI), serta didukung penuh oleh organisasi profesi Perhimpunan Subspesialis Radiologi Anak Indonesia (PSRAI), telah menggelar “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia”, khususnya menyasar pada anak-anak penyandang Talasemia.

Pada hari pertama, penerima manfaat adalah 24 pasien anak dari Rumah Sakit Harapan Bunda, Rumah Sakit Hermina Jatinegara, dan RSUP Fatmawati, sedangkan pada hari kedua ada 26 pasien anak dari Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Hermina Kemayoran.

Melalui acara ini, para penyelengga berharap agar upaya deteksi bagi penyandang Talasemia dapat dilakukan sedini mungkin, untuk mencegah resiko kecacatan akibat komplikasi penyakit tersebut. Selain itu, diharapkan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak dini terkait penyakit Talasemia juga meningkat.

“Insight Investments Management bersama dengan YIIM dan YTI menekankan sangat pentingnya dukungan keluarga (caregiver) dan akses layanan kesehatan bagi pasien untuk dapat hidup berdamai dengan penyakit Talasemia. Penyandang Talasemia memerlukan perawatan sejak dini dan terapi rutin agar dapat tetap memiliki kehidupan yang berkualitas dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Kepatuhan penyandang dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan,” ujar Suluh Tripambudi Rahardjo, Head of Investment Specialist, yang juga sekaligus sebagai koordinator Tim CSR PT Insight Investments Management ditulis Kamis (21/10/2021).

Penerima manfaat “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia” ini berjumlah 50 anak penyandang Talasemia berusia 2-17 tahun, yang dibagi dalam 2 hari pemeriksaan. Penerima manfaat yang merupakan para penyandang Talasemia Mayor pada anak akan mengikuti program pemeriksaan kesehatan dan dapat memiliki hasil pemeriksaan berupa ekspertise USG lutut terkini sebagai upaya pencegahan terhadap risiko kecacatan.

"INSIGHT juga mengucapkan terima kasih kepada para Investor yang telah berinvestasi melalui produk reksa dana Insight Money (I-Money) dan Insight Money Syariah (I-Money Syariah), karena secara tidak langsung Insight bersama para investor telah berkontribusi dalam mendorong berbagai aktivitas dan program untuk membangun Indonesia yang lebih sehat sejak dini,” tambah Direktur PT Insight Investments Management Ria Meristika Warganda.

Lebih lanjut, Ketua YIIM Chrisbiantoro berharap dengan adanya “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia” ini, maka sosialisasi dan edukasi terkait Talasemia akan semakin gencar, sehingga masyarakat juga semakin paham dan sadar tentang Talasemia.

Indonesia termasuk negara dengan prevalensi Talasemia mencapai sekitar 3,8 persen dari seluruh populasi. Sementara itu, Bapak Ruswandi, Ketua Yayasan Talasemia Indonesia, mengharapkan agar selanjutnya kita tak lagi hanya mengedepankan pengobatan, namun harus memprioritaskan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Talasemia, melalui edukasi dan kampanye pencegahan di lingkup sekolah.

Saat ini, terdapat lebih dari 10.531 pasien Talasemia yang ada di Indonesia, dan diperkirakan sekitar 2.500 bayi lahir dengan kondisi tersebut setiap tahunnya. Diketahui pula bahwa provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan prevalensi Talasemia terbanyak se-Indonesia.

Maka, “INSIGHT akan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian kualitas hidup yang lebih baik melalui berbagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya menghadapi penyakit yang tergolong langka (rare disease), salah satunya adalah Talasemia,” tutup Suluh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syailendra Capital Luncurkan Aplikasi Produk Reksa Dana

Syailendra Capital Luncurkan Aplikasi Produk Reksa Dana

Bisnis | Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:06 WIB

Luncurkan TRIM Kapital Plus, Trimegah AM Incar Dana Kelolaan Rp 500 Miliar

Luncurkan TRIM Kapital Plus, Trimegah AM Incar Dana Kelolaan Rp 500 Miliar

Bisnis | Rabu, 29 September 2021 | 13:30 WIB

Baru Dua Tahun Eksis, Ajaib Sukses Gandeng 1.032.822 Investor Saham

Baru Dua Tahun Eksis, Ajaib Sukses Gandeng 1.032.822 Investor Saham

Bisnis | Kamis, 23 September 2021 | 09:52 WIB

Terkini

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi

Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:06 WIB

BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026

BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:59 WIB

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:44 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB