Teknologi Pracetak untuk Rumah Sederhana Tahan Gempa

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Teknologi Pracetak untuk Rumah Sederhana Tahan Gempa
Dok: Kementerian PUPR

Suara.com - Indonesia memiliki permasalahan yang masih cukup kompleks dan masih terjadi hingga saat ini. Permasalahan kondisi perekonomian nasional, tingkat kejadian bencana gempa bumi yang tinggi, dan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni masih menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Persentase penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2021 yakni 10,14% atau 27,54 juta penduduk dan tersebar baik di perkotaan maupun perdesaan (BPS, 2021). Selain itu, nilai defisit APBN 2021 pada kisaran 5,7% PDB dan target pertumbuhan ekonomi nasional 5% (Kemenkeu, 2021).

Indonesia merupakan daerah rawan bencana gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik (BMKG, 2021). Pengalaman bencana gempa yang terjadi didominasi oleh gagalnya bangunan saat menahan beban gempa kuat sehingga kerusakan bukan diakibatkan oleh gempa namun oleh bangunan yang tidak tahan gempa. Pembaruan Peta Bahaya dan Sumber Gempa Bumi Indonesia sudah dilakukan dan terwadahi dalam SNI 1726:2019. Standar ini harus dijadikan dasar dalam perencanaan bangunan tahan gempa untuk gedung dan non gedung.

Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat dan pada saat ini kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat tinggi. Angka backlog kepemilikan rumah ini mencapai 11,4 juta rumah. Program Sejuta Rumah merupakan salah satu program yang diterapkan oleh Kementerian PUPR dalam pemenuhan kebutuhan rumah untuk mengurangi angka backlog perumahan. Sebagai solusi dalam percepatan pemenuhan kebutuhan perumahan yaitu dengan pengembangan dan penerapan inovasi teknologi pracetak untuk rumah sederhana tahan gempa.

Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR yang sebelumnya merupakan Puslitbang Perumahan dan Permukiman telah menghasilkan beberapa teknologi rumah pracetak untuk rumah sederhana tahan gempa, meliputi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), Bangunan Rangka Interlock Konstruksi Beton (BRIKON), dan Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN).

Dok: Kementerian PUPR
Dok: Kementerian PUPR

RISHA adalah teknologi rumah layak huni dan terjangkau dengan sistem knock-down, dibangun secara bertahap, terdiri dari tiga panel, disambung secara mekanis, dan terbit pada 2004. BRIKON merupakan sistem struktur pracetak rangka bangunan, terdiri dari dua komponen, disambung secara kering dan basah, dan terbit pada 2013. RUSPIN adalah teknologi rangka rumah pracetak, pengembangan dari teknologi RISHA, terdiri dari dua komponen, disambung secara mekanis, dan terbit pada 2014.

Dok: Kementerian PUPR
Dok: Kementerian PUPR

Keunggulan dari teknologi struktur pracetak tersebut, meliputi cepat bangun, biaya terjangkau, ramah lingkungan, dapat dipindahkan (knock-down), dapat diterapkan pada variasi jenis bangunan, dapat menggunakan bahan bangunan lokal, komponen ringan, variasi modul dalam keleluasaan desain, efisien dalam konsumsi bahan bangunan, kualitas lebih terjamin, penggunaan praktis, dan sudah teruji kehandalannya terhadap gempa.

Teknologi-teknologi tersebut telah banyak diterapkan dalam berbagai program pembangunan perumahan di Indonesia, terutama pada program rumah sederhana layak huni, program percepatan pembangunan perumahan, dan program rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan paska bencana alam (gempa, longsor, dan bencana lainnya). Sehingga diharapkan teknologi tersebut dapat sebagai solusi dalam percepatan pembangunan perumahan khususnya rumah sederhana tahan gempa di Indonesia.

Dany Cahyadi, S.T., M.T.
Harits Salman Ambo, S.T.
(Subdirektorat Teknologi dan Peralatan Infrastruktur Cipta Karya – Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Podcast Cipta Karya Bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua KONI Marciano Norman

Podcast Cipta Karya Bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua KONI Marciano Norman

Foto | Rabu, 08 September 2021 | 19:28 WIB

Tingkatkan Geliat Pariwisata, PUPR Bangun 265 Unit Sarhunta di Kampung Warna Warni Parapat

Tingkatkan Geliat Pariwisata, PUPR Bangun 265 Unit Sarhunta di Kampung Warna Warni Parapat

Bisnis | Senin, 30 Agustus 2021 | 14:53 WIB

Berkat Program Pamsimas, Desa Ini Kini Merdeka dari Kekeringan Panjang

Berkat Program Pamsimas, Desa Ini Kini Merdeka dari Kekeringan Panjang

Bisnis | Minggu, 29 Agustus 2021 | 16:55 WIB

Program KemenPUPR Digenjot Cepat, Target Warga Berpenghasilan Rendah Untuk Miliki Rumah

Program KemenPUPR Digenjot Cepat, Target Warga Berpenghasilan Rendah Untuk Miliki Rumah

Kaltim | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 18:13 WIB

Pembangunan Infrastruktur Pemulihan Ekonomi Negara Telan Anggaran Rp100,59 Triliun

Pembangunan Infrastruktur Pemulihan Ekonomi Negara Telan Anggaran Rp100,59 Triliun

Bisnis | Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:56 WIB

Hapernas 2021, Menteri PUPR: Rakyat Butuh Rumah Layak Huni dan Berkualitas

Hapernas 2021, Menteri PUPR: Rakyat Butuh Rumah Layak Huni dan Berkualitas

Bisnis | Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:04 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Menodai Swasembada Pangan RI

Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Menodai Swasembada Pangan RI

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:52 WIB

Atribut Ojol Disalahgunakan untuk Kejahatan, Komunitas di Bekasi Minta Polisi Tindak Tegas!

Atribut Ojol Disalahgunakan untuk Kejahatan, Komunitas di Bekasi Minta Polisi Tindak Tegas!

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:51 WIB

Saksi Sebut Pembagian Kuota Haji 50:50 Bukan Ide Yaqut Seorang Diri

Saksi Sebut Pembagian Kuota Haji 50:50 Bukan Ide Yaqut Seorang Diri

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:47 WIB

Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim

Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:46 WIB

Impor Pakaian Bekas Ilegal Tetap Marak, Dirjen Bea Cukai: Masyarakat Masih Mau Balpres

Impor Pakaian Bekas Ilegal Tetap Marak, Dirjen Bea Cukai: Masyarakat Masih Mau Balpres

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:43 WIB

Kasus Proyek PUTR, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK

Kasus Proyek PUTR, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok

Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam

Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Wilayah Pesisir

Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Wilayah Pesisir

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:39 WIB

Tangkap Sirajudin dalam Hotel di Jakarta, KPK Temukan Uang Rp 130 Juta

Tangkap Sirajudin dalam Hotel di Jakarta, KPK Temukan Uang Rp 130 Juta

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:37 WIB

×