Perjuangan Para Pahlawan Pandemi Wujudkan Tingkat Kesembuhan di Atas 90%

Iwan Supriyatna

Kamis, 11 November 2021 | 05:46 WIB
Perjuangan Para Pahlawan Pandemi Wujudkan Tingkat Kesembuhan di Atas 90%
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro.

Suara.com - Pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa pahlawan masa kini ada di mana saja dan bisa siapa saja. Selain tenaga kesehatan dan relawan yang berjuang merawat pasien, sosok pahlawan juga dapat ditemukan dalam masyarakat yang disiplin protokol kesehatan, melakukan edukasi, mengubah perilaku, juga berkontribusi pada percepatan vaksinasi.

Dalam Siaran Pers Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro menyampaikan, memasuki bulan ke-21 menghadapi wabah COVID-19, inspirasi kepahlawanan dapat ditemukan di berbagai aspek kehidupan, baik pada masa genting dan darurat yang lalu, atau pada kondisi mulai membaik seperti sekarang.

Di antaranya, kata Reisa, pahlawan pandemi dapat ditemukan pada sosok tenaga kesehatan yang merawat kasus terkonfirmasi sampai lebih dari 90 persen-nya sembuh.

“Per kemarin, Selasa, 9 November 2021, dari 4,24 juta orang Indonesia yang terinfeksi COVID-19, lebih dari 4,09 juta atau 96,3 persen dinyatakan sembuh dan sebanyak 9.602 atau 0,2% masih dirawat atau dalam masa isolasi,” paparnya.

Seluruh masyarakat Indonesia yang turut berjuang mencari solusi, menggaungkan semangat untuk vaksinasi dan terapkan protokol kesehatan (Prokes), juga merupakan pahlawan. Kedisiplinan Prokes tersebut diantaranya ditunjukkan dalam pemakaian masker, di mana menurut Satgas Penanganan COVID-19, lebih dari 90 persen orang Indonesia masih bermasker di tempat umum.

Ia juga menyoroti budaya work from home yang membiasakan kaum pekerja menyeimbangkan kehidupan rumah dan kantor atau dikenal dengan work life balance. Upaya ini, menurutnya, menjadikan para orang tua sebagai pahlawan- pahlawan baru di mata anak-anak mereka.

Reisa menekankan, jasa orang tua, ibu rumah tangga dan anak-anak yang patuh Prokes pun tak kalah heroik. Jasa para duta perubahan perilaku atau kader yang saling mengingatkan untuk tetap bermasker dan segera divaksinasi COVID-19 juga tidak kalah besar.

Maka pada tanggal 10 November ini, Dokter Reisa mengajak bukan saja mengilhami perjuangan para pahlawan, namun juga berterima kasih kepada para pejuang pandemi serta mendoakan yang gugur selama melawan COVID-19. Selain itu, ia mengajak tiap orang menepuk bahu sendiri, menyelamati semua yang telah dilakukan untuk keluarga dan lingkungan di masa sulit ini.

Kontribusi setiap orang sebagai pahlawan masa kini, tutur Reisa, tetap dibutuhkan sesuai peran masing-masing, untuk dapat bersama-sama keluar dari pandemi.

baca juga

Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, peringatan hari pahlawan harus menjadi momentum bahwa kita semua adalah pahlawan yang bisa berkontribusi dalam penanganan pandemi.

“Apapun posisi kita, kita harus mampu untuk mengedukasi, mengubah perilaku, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19, serta memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan COVID-19,” ucapnya.

Pada momentum Hari Pahlawan, Nadia mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan untuk dijadikan semangat dan motivasi dalam berjuang melawan pandemi COVID-19 serta melanjutkan pembangunan.

"Kalau dulu perang melawan penjajah, sekarang perang melawan COVID-19," tandasnya.

Begitu juga dengan peringatan Hari Kesehatan yang jatuh pada 12 November, dikatakannya, bisa dijadikan momentum fokus membangun diri, keluarga, masyarakat dan negara khususnya di bidang pembangunan kesehatan, sejalan dengan tema tahun ini yaitu Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku.

Terkait upaya pengendalian COVID-19 di tanah air, vaksinasi tetap menjadi salah satu upaya penting, bersama dengan upaya testing, lacak dan isolasi serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Jika membandingkan data kita dengan data global untuk vaksinasi, tutur Nadia, Indonesia masuk dalam peringkat ke-5 untuk jumlah orang yang mendapatkan vaksinasi minimal 1 dosis dan juga dari jumlah dosis yang diberikan.

Selain itu, Indonesia juga dapat memastikan ketersediaan vaksin untuk dalam negeri di tengah keterbatasan ketersediaan vaksin di level global. Sedangkan mengenai capaian vaksinasi, ia mengatakan, saat ini ada 21 ibukota provinsi sudah mencapai target lebih dari 70% di bulan November.

Untuk vaksinasi anak, disebutkannya, dapat diawali di kab/kota yang telah mencapai target dosis 1 lebih dari 70% total sasaran dan lebih dari 60% populasi lansia. Vaksinasi anak direncanakan dimulai pada 2022. Mengingat ada 26,4 juta anak usia 6-11 tahun di Indonesia, maka dibutuhkan 58,7 juta dosis untuk dua kali suntikan.

Sementara untuk vaksin booster, menurut Nadia diekspektasikan dimulai pada Januari 2022.

“Sesuai rekomendasi ITAGI,saat ini indonesia perlu memprioritaskan pemenuhan cakupan vaksinasi lengkap COVID-19 pada populasi umum. Booster dapat dilakukan setelah lebih dari 50% sasaran tervaksinasi lengkap (terbentuk herd protection), dimulai dengan prioritisasi pada orang lanjut usia,” paparnya.

Pemberian booster dimulai pada kelompok lansia berdasarkan pertimbangan faktor risiko dan diharapkan dapat dimulai di Januari 2022 saat 50% sasaran sudah divaksinasi lengkap.

Nadia menekankan, vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains, sehingga masyarakat diminta jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Kemudian, walaupun sudah di vaksinasi dan situasi pandemi semakin membaik, ia mengingatkan warga untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus.

“Relaksasi berbagai kegiatan saat ini harus disikapi secara bijak. Kita semua harus selektif memilih kegiatan-kegiatan yang prioritas saja dengan mengedepankan protokol kesehatan sehingga tetap bisa sehat dan produktif,” tegasnya.

Kendornya protokol kesehatan saat mobilitas meningkat, kata Nadia, bisa memberikan kesempatan virus berkembang dan bermutasi. Untuk pengelola tempat publik, ia juga mengimbau untuk melakukan pengawasan ketat selama jam operasional berlangsung agar tidak terjadi kerumunan dan pelanggaran Prokes.

“Kepada seluruh masyarakat, mari pertahankan kondisi yang baik ini jangan sampai kita harus kembali menarik rem darurat kembali. Tetap disiplin protokol kesehatan dan segera mengakses vaksin dengan jenis vaksin apapun yang tersedia,” pesan Nadia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JM-PPK Peringati 10 November, Brokohan Untuk Pahlawan Kehidupan

JM-PPK Peringati 10 November, Brokohan Untuk Pahlawan Kehidupan

News | Rabu, 10 November 2021 | 22:52 WIB

Bersahabat Kala Pandemi, Ramah di Kantong

Bersahabat Kala Pandemi, Ramah di Kantong

Sumsel | Rabu, 10 November 2021 | 22:31 WIB

Presiden Jokowi Tetapkan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional

Presiden Jokowi Tetapkan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional

Entertainment | Rabu, 10 November 2021 | 22:16 WIB

Terkini

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:31 WIB

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:28 WIB

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

Bos Blueray Akui Setor Rp21 M untuk Djaka, KPK Tunggu Fakta Persidangan

Bos Blueray Akui Setor Rp21 M untuk Djaka, KPK Tunggu Fakta Persidangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:23 WIB

VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun

VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:23 WIB

Berapa Harga Rice Cooker Digital Philips? Ini 3 Pilihan Termurah yang Awet dan Multifungsi

Berapa Harga Rice Cooker Digital Philips? Ini 3 Pilihan Termurah yang Awet dan Multifungsi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:20 WIB

×