alexametrics

Laba Sawit Sumbermas Naik 286,38 Persen Dalam Setahun

M Nurhadi
Laba Sawit Sumbermas Naik 286,38 Persen Dalam Setahun
Ilustrasi [Antara/Wahyu Putro A]

Emiten perkebunan dan pengolahan sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk berhasil catat laba bersih Rp1,03 triliun pada kuartal III 2021.

Suara.com - Emiten perkebunan dan pengolahan sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk berhasil catat laba bersih Rp1,03 triliun pada kuartal III 2021. Angka ini naik 286,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp267,65 miliar.

"Laba perseroan ditopang penjualan per 30 September yang mencapai Rp3,688 triliun atau naik 35 persen dari sebelumnya Rp2,738 triliun secara year on year," kata Corporate Secretary PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Swasti Kartikaningtyas dalam keterangan di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Saat ini, beban pokok perusahaan itu berada di angka Rp2,134 triliun atau mengalami kenakan tipis dari sebelumnya Rp1,471 triliun.

Sehingga laba bruto SSMS pada kuartal III 2021 tercatat Rp1,55 triliun atau naik 23 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp1,27 triliun.

Baca Juga: Emisi Karbon Nol Bisa Dicapai Jika Sektor Kehutanan Dilibatkan

Bersama dengan pendapatan ini, perseroan mampu jaga stabilitas beban penjualan di Rp60,96 miliar atau hanya naik tipis dari Rp57,98 miliar. Beban umum dan administrasi juga hanya naik tipis jadi Rp390,82 miliar dari Rp288,27 miliar.

Posisi aset emiten berkode SSMS per 30 September tercatat senilai Rp13,39 triliun atau mengalami pertumbuhan 5 persen dari akhir 2020 sebesar Rp12,77 triliun. Pertumbuhan itu disebabkan oleh ekuitas yang naik 16 persen jadi Rp5,64 triliun dari sebelumnya Rp4,87 triliun di periode 31 Desember 2020.

Perseroan juga memangkas liabilitas jangka pendek 2 persen jadi Rp1,41 triliun atau turun dari sebelumnya Rp1,43 triliun dan untuk liabilitas (kewajiban) jangka panjang SSMS tercatat Rp6,33 triliun terpangkas 2 persen dari Rp6,64 triliun. Sehingga total liabilitas sebesar Rp7,75 triliun atau turun 2 persen dari Rp7,9 triliun.

Sementara, posisi kas dan setara kas akhir periode emiten sawit yang rajin tebar dividen itu tercatat senilai Rp1,71 triliun, turun 10 persen jika dibandingkan dengan jumlah di periode sama pada 2020 sebesar Rp1,9 triliun.

"Untuk menyongsong tahun 2022, manajemen SSMS tengah menyiapkan berbagai strategi seperti perbaikan infrastruktur dengan melakukan laterite pada jalan yang rusak supaya unit dapat mengecer pupuk dengan lancar," ujar Swasti.

Baca Juga: Ramai Banjir Sintang Kalbar, Industri Kelapa Sawit Jadi Biang Keroknya?

Selain itu, perseroan melakukan pengadaan unit khusus plasma yang nantinya bisa dipakai untuk pengangkutan pupuk. Unit tersebut sudah dimasukkan ke dalam belanja modal 2022. SSMS juga melakukan aplikasi pemupukan dengan manual maupun mekanisasi.

Komentar