Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Dubes Uni Eropa Kunjungi Sawit Rakyat di Siak dan Rokan Hulu Riau

Iwan Supriyatna

Rabu, 17 November 2021 | 12:27 WIB
Dubes Uni Eropa Kunjungi Sawit Rakyat di Siak dan Rokan Hulu Riau
Serikat Petani Kelapa Sawit Kabupaten Siak (SPKS) menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa (EU) H.E Vincent Piket di Desa Belutu, Kecamatan Kandis, Kab. Siak, Riau.

Suara.com - Serikat Petani Kelapa Sawit Kabupaten Siak (SPKS) menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa (EU) H.E Vincent Piket di Desa Belutu, Kecamatan Kandis, Kab. Siak, Riau.

Ridwan selaku Ketua SPKS Kabupaten Siak, mengucapkan terimakasih atas kunjungan duta besar EU langsung ke kebun petani kecil anggota SPKS dan melakukan dialog secara ramah.

Ridwan menyebut kunjungan ini tentunya sangat peting bagi petani untuk menjelaskan secara langsung kepada Duta Besar EU apa yang sedang dilakukan untuk memenuhi standar yang di inginkan oleh pasar dari Uni Eropa.

SPKS adalah organisasi petani sawit skala kecil dengan jumlah anggota 72 ribu petani sawit. Luasan rata-rata para petani anggota adalah kurang dari 8 ha yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera.

Saat ini SPKS melakukan beberapa program antara lain adalah fasilitasi legalitas bagi petani melalui pemetaan sawit rakyat, melakukan pelatihan-pelatihan budidaya sawit, pembangunan kelompok dan sertifikasi berkelanjutan. Dari semua itu, yang baru berhasil dipetakan adalah sebanyak 14 ribu petani.

Semua upaya yang dilakukan SPKS ini adalah untuk memastikan pasokan sawit berkelanjutan dari anggotanya untuk menemui standar pasar yang tinggi terkait tidak ada deforestasi atau kebun illegal.

“Sekjen SPKS, Mansuetus Darto, yang turut hadir dalam kunjungan ini pun mengajak Duta Besar EU untuk bekerjasama mencari solusi mengatasi permasalah petani sawit seperti pemetaan kebun petani sawit skala kecil dan juga bagaimana menyediakan pelatihan-pelatihan yang di butuhkan petani sawit skala kecil terutama untuk upaya mencapai standar yang di inginkan oleh EU. Jika pasar EU inginkan perdagangan berkelanjutan dan pasokan sawit tanpa deforestasi, harus mampu merangkul petani kecil yang selama ini terdampak akibat kebun-kebun besar yang illegal. Pasar EU harus melakukan traceability, dan memastikan petani kecil yang berpraktek secara berkelanjutan diprioritaskan. Pasar EU harus bertransformasi untuk petani kecil," kata Mansuetus Darto ditulis Rabu (17/11/2021).

H.E Vincent Piket Duta Besar Uni Eropa, mengatakan sehari sebelumnya sudah bertemu dengan Gubernur Riau, Walikota Pekanbaru dan juga Kadin.

"Kunjungan kami di petani sawit hari ini untuk mengetahui secara langsung proses produksi minyak sawit berkelanjutan yang di lakukan oleh petani sawit skala kecil," kata Vincent.

baca juga

Duta Besar EU kemudian menjelaskan kepada petani sawit bahwa Uni Eropa membutuhkan minyak kelapa sawit dari Indonesia yang di produksi oleh petani sawit skala kecil. Namun EU memiliki standar yang mengutamakan soal keberlanjutan lingkungan dalam membeli minyak kelapa kelapa sawit dari Indonesia, standar ini untuk memastikan minyak kelapa sawit yang di beli tidak berkaitan dengan dengan deforestasi dan juga untuk menghentikan deforestasi.

“Yang perlu di ingat bahwa standar EU tersebut tidak hanya untuk kelapa sawit tetapi juga komoditas lainya seperti bunga matahari, Repseet, dan juga pemberlakukan standar ini tidak ada diskriminasi karena diberlakukan kepada semua negara,” ucapnya.

Karena itu bertemu dengan petani hari ini sangat penting untuk mendengarkan bagaimana tanggapan dari petani skala kecil apa kendala yang dialami ketika menerapkan perkebunan sawit berkelanjutan mengikuti standar dari EU. Diapun sangat memahami bahwa untuk mengikuti sertifikasi berkelanjutan misalnya ISPO standar nasional di Indonesia tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang besar.

Asmudi seorang petani kecil yang hadir dalam pertemuan ini mengeluhkan soal pupuk dan akses dana sawit yang belum mereka nikmati. Sementara Sukardi selaku ketua koperasi Makmur Belutu Barokah menyampaikan upaya-upaya yang mereka lakukan untuk sawit berkelanjutan antara lain adalah sulitnya kemitraan dengan perusahaan yang terdekat, dan melakukan tumpang sari untuk kebutuhan pangan para petani.

Sementara Doli Pasaribu, petani sawit dari Rokan Hulu yang juga hadir dalam diskusi SPKS bersama Dubes EU, meminta agar Pasar EU bekerjasama dengan petani kecil untuk memastikan keberlanjutan. Petani yang sebentar lagi memperoleh sertifikasi RSPO ini memandang bahwa petani sawit skala kecil sebagai lokomotif bagi pembangunan berkelanjutan namun sering diabaikan oleh pemerintah.

Karena itu menurutnya, penting agar pemetaan sawit rakyat untuk memastikan apakah mereka dalam Kawasan hutan itu, petani atau tidak. Apa yang disampaikan Doli Pasaribu, ditegaskan Kembali oleh Yusro Fadli yang juga petani asal Rokan Hulu, bahwa mafia tanah yang menguasai ratusan hectare sawit selalu merusak citra sawit petani yang berpraktek secara baik.

Diakhir penyampaianya kepada petani sawit, Duta Besar mengapresiasi apa yang sudah di lakukan oleh SPKS kepada petani sawit anggotanya untuk menerapkan produksi sawit berkelanjutan mulai pemetaan petani sawit dan juga pelatihan-pelatihan yang di lakukan.

Bupati Kabupaten Siak Drs. H. Alfedri, M.Si di huhungi terpisah mengatakan kabupaten Siak saat ini sudah menetapkan visi Siak Hijau yang di dukung dengan multipihak banyak organisasi.

"Prioritas kami adalah menjaga lahan gambut dengan meningkatkan produktivitas & kapasitas petani sawit. Ini prioritas yang ingin kami terus dorong di seluruh penjuru Siak. Kerja-Kerja mitra pembangunan termasuk kerja-kerja anggota SPKS sangat mendukung visi Siak Hijau," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

100 Universitas Terkemuka di Eropa Ikuti Pameran Perguruan Tinggi Eropa di Indonesia

100 Universitas Terkemuka di Eropa Ikuti Pameran Perguruan Tinggi Eropa di Indonesia

Press Release | Rabu, 17 November 2021 | 11:07 WIB

Emisi Karbon Nol Bisa Dicapai Jika Sektor Kehutanan Dilibatkan

Emisi Karbon Nol Bisa Dicapai Jika Sektor Kehutanan Dilibatkan

Tekno | Rabu, 17 November 2021 | 00:39 WIB

Ramai Banjir Sintang Kalbar, Industri Kelapa Sawit Jadi Biang Keroknya?

Ramai Banjir Sintang Kalbar, Industri Kelapa Sawit Jadi Biang Keroknya?

Bisnis | Senin, 15 November 2021 | 18:57 WIB

Terkini

Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak

Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak

Bali | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU

Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:43 WIB

5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda

5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Membedah Makna Lagu 'Usik' Feby Putri: Seni Berdamai dengan Luka Masa Lalu

Membedah Makna Lagu 'Usik' Feby Putri: Seni Berdamai dengan Luka Masa Lalu

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga

Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga

Kalbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!

Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:36 WIB

Rayakan 20 Tahun Debut, BigBang Bahas Identitas dan Kejayaan di Lagu BiiiG

Rayakan 20 Tahun Debut, BigBang Bahas Identitas dan Kejayaan di Lagu BiiiG

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:36 WIB

Perang SUV Listrik Memanas: Nevo Q05 Pamer Ngecas Kilat, Leap Motor Andalkan Sasis Eropa

Perang SUV Listrik Memanas: Nevo Q05 Pamer Ngecas Kilat, Leap Motor Andalkan Sasis Eropa

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:26 WIB

6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus

6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:21 WIB

Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?

Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?

Bali | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:19 WIB

×