Presiden Jokowi Kesal Indonesia Selalu Impor Jarum Suntik

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 18 November 2021 | 17:05 WIB
Presiden Jokowi Kesal Indonesia Selalu Impor Jarum Suntik
Ilustrasi jarum suntik. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Presiden Jokowi merasa geram Indonesia selalu mengimpor jarum suntik. Padahal, bahan baku dari jarum suntik yaitu stainless steel melimpah di dalam negeri.

Maka dari itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ingin merubah kebiasaan impor tersebut dengan membangun industri jarum suntik di dalam negeri dan menyetop ekspor bahan baku stainless steel.

Sebab, ia melihat, permintaan jarum suntik di dunia sangat tinggi, dan akan bernilai tinggi jika mengekspor produk jadi ketimbang bahan baku.

"Stainless steel yang dibikin jarum suntik, demand dari seluruh dunia itu 10 miliar jarum suntik, kita impor banyak sekali nggak tau berapa juta jarum suntik, sebentar lagi kita punya ini, karena barang itu harus distop," ujar Jokowi dalam Kompas100 CEO Forum, Kamis (18/11/2021).

Jokowi menegaskan, nantinya banyak hilirisasi industri hadir di Indonesia, sehingga mau tidak mau asing harus mau berinvestasi di dalam negeri untuk membuat industri jarum suntik tersebut.

"Apalagi kita sudah bisa mengekspor jarum suntik, nggak tau berapa milar nanti produksinya, inilah yang mengintegrasikan," ucap dia.

Sebelumnya, Jokowi menyebut selama ini Indonesia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan negara lain untuk membuat suatu produk jadi di dalam negeri. Akan tetapi ia menegaskan, Indonesia telah menutup keran ekspor bahan mentah nikel.

Ia menambahkan, penutupan keran ekspor tambang tidak hanya berhenti sampai nikel saja, bauksit hingga tembaga juga secara bertahap akan dilarang untuk ekspor barang mentahnya.

"Tahun depan mungkin stop bauksit, kalau smelter kita siap stop bauksit. Hingga kita bisa membuka lapangan kerja hilirisasi industrialisasi di negara kita. Bauksit sudah tahun depannya lagi stop tembaga, smelter kita di gresik mungkin hampir selesai," tutur dia.

baca juga

"Kenapa kita lakukan ini, kita ingin nilai tambah kita ingin added value, kita ingin ciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, dan itu mulai disadari negara lain. Mereka mau tidak mau investasi di indonesia, atau berpartner dengan kita, pilihannya hanya itu aja. Silahkan mau investasi sendiri bisa, mau dengan swasta, mau dengan BUMN silahkan, kita terbuka tapi jangan kamu tarik WTO karena kita stop," pungkas Mantan Gubernur DKI Jakarta Ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi: Pengendalian Covid Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di 2022

Presiden Jokowi: Pengendalian Covid Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di 2022

Bisnis | Kamis, 18 November 2021 | 14:40 WIB

Milad ke-109, Jokowi Puji Muhammadiyah Bantu Penanganan Covid: Contohkan Kesalehan Sosial

Milad ke-109, Jokowi Puji Muhammadiyah Bantu Penanganan Covid: Contohkan Kesalehan Sosial

News | Kamis, 18 November 2021 | 11:13 WIB

Soal Mural Jokowi Dekat Toilet Binjai Milenial Market: Sudah Dihapus

Soal Mural Jokowi Dekat Toilet Binjai Milenial Market: Sudah Dihapus

Sumut | Kamis, 18 November 2021 | 11:04 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×