Data Ekonomi Makro AS Kuat, Harga Emas Dunia Langsung Menyusut

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 25 November 2021 | 07:42 WIB
Data Ekonomi Makro AS Kuat, Harga Emas Dunia Langsung Menyusut
Ilustrasi emas.

Suara.com - Data perkembangan ekonomi makro Amerika Serikat yang kuat membuat harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu, bahkan ke posisi yang terendah dalam 3 minggu terakhir.

Mengutip CNBC, Kamis (25/11/2021) harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD1.783,18 per ounce, setelah jatuh ke level terendah sejak 4 November di USD1.777,80 pada awal sesi.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup mendatar di posisi USD1.784,30 per ounce.

Data ekonomi Amerika yang solid mengangkat dolar dan imbal hasil US Treasury, dengan kegelisahan di seputar kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat dari perkiraan menambah suasana yang suram.

Emas tersungkur di bawah level kunci USD1.800 awal pekan ini karena pencalonan ulang Chairman The Fed, Jerome Powell, mendukung spekulasi pengetatan kebijakan moneter lebih cepat, mendorong dolar dan pada gilirannya membuat logam kuning lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Pasar emas tertekan oleh kekhawatiran The Fed mungkin mulai meningkatkan pengurangan stimulus atau membawa kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya, kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Sejumlah pembuat kebijakan The Fed mengatakan mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi jika inflasi yang tinggi terus bertahan dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga, risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS itu menunjukkan.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor emas juga tampaknya mengabaikan kemungkinan inflasi yang moderat, mengingat penurunan harga energi baru-baru ini, kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

baca juga

Memberikan tekanan tambahan pada emas, klaim pengangguran awal Amerika yang jatuh ke level terendah sejak 1969 dan laporan terpisah menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat pada tingkat tahunan 2,1 persen.

Sementara, harga platinum di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD974,03 per ounce, paladium turun 0,7 persen menjadi USD1.854,32 per ounce dan perak melemah 0,9 persen menjadi USD23,42 per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas di Pegadaian Jatuh Sampai Belasan Ribu, Cek Angkanya!

Harga Emas di Pegadaian Jatuh Sampai Belasan Ribu, Cek Angkanya!

Batam | Rabu, 24 November 2021 | 11:51 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi Jadi Rp 929.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi Jadi Rp 929.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 24 November 2021 | 09:26 WIB

Powell Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Lebih Cepat, Emas Merosot 1 Persen

Powell Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Lebih Cepat, Emas Merosot 1 Persen

Bisnis | Rabu, 24 November 2021 | 07:31 WIB

Terkini

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

×