alexametrics

Industri dan Asosiasi Sepakat Vape Tidak Boleh untuk Konsumen di Bawah Umur

Iwan Supriyatna
Industri dan Asosiasi Sepakat Vape Tidak Boleh untuk Konsumen di Bawah Umur
ilustrasi rokok elektrik (pixabay)

APPNINDO, KONVO dan RELX Indonesia berkomitmen untuk tidak menjual produk vape ke konsumen di bawah umur.

Suara.com - Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO), Konsumen Vape Berorganisasi (KONVO), dan RELX Indonesia berkomitmen untuk tidak menjual produk vape ke konsumen di bawah umur.

Hal ini mereka sampaikan di acara webinar bertajuk “Pencegahan Konsumsi Vape di Bawah Umur” pada beberapa waktu lalu.

Hokkop TI Situngkir, Ketua KONVO, mengatakan pihaknya mempunyai data terkait usia masyarakat yang mengenal rokok elektrik. Usia masyarakat tersebut mulai dari 14 tahun hingga 44 tahun.

“Yang jadi sorotan kita kemarin, ternyata kelompok usia 15 tahun sampai 24 tahun telah mengenal rokok elektrik. Maka muncul keinginan dari kami untuk melindungi mereka," kata Hokkop ditulis Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Viral Pria Gercep Lakukan Ini saat Lihat Ayah Makan sambil Pangku Bayi, Warganet Salut

Hokkop berharap industri juga turun tangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Roy Leffrans, Ketua APPNINDO menambahkan agar produk vape tidak dijual di bawah umur, produsen harus melakukan edukasi dan sosialisasi seputar segmentasi produk.

"Banyak anak remaja menilai rokok elektrik ini keren untuk gaya. Kami bekerjasama dengan asosiasi yang lain untuk memberikan pemahaman dan membatasi penjualan, artinya ada usia yang dilarang untuk membelinya. Untuk itu, kita sepakat bersama asosiasi lain tidak menjual atau tidak boleh memberikan untuk anak di bawah usia 18 tahun,"paparnya.

Menurut Yudhistira Eka Saputra, General Manager RELX Indonesia, sejak kehadirannya RELX Indonesia berkomitmen untuk tidak menjual produk kepada konsumen di bawah umur. Melalui Guardian Program, RELAX Indonesia mengajak para mitranya untuk tidak memberikan produk RELX ke konsumen di bawah usia 18 tahun.

“Sejak awal, kami telah berkomitmen untuk mencegah penggunaan rokok elektrik oleh anak di bawah umur. Oleh karena itu, RELX sangat bangga untuk mengimplementasikan Guardian Program kami untuk memastikan tanggung jawab menyeluruh atas komitmen ini,” katanya.

Baca Juga: Aldhy Eka Putra, Pebisnis Muda yang Rendah Hati dan Berkawan dengan Banyak Selebriti

Guardian Program adalah inisiatif RELX yang melibatkan pengembangan produk hingga penjualan, dan mencakup perwakilan RELX yang bekerja dengan pengecer dan karyawan di dalam toko untuk meningkatkan verifikasi usia, sehingga produk tidak jatuh ke tangan anak-anak dan non-perokok.

Komentar