alexametrics

SKK Migas: Transisi Energi Butuh Roadmap yang Jelas

Iwan Supriyatna | Novian Ardiansyah
SKK Migas: Transisi Energi Butuh Roadmap yang Jelas
Dwi Soetjipto. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Upaya untuk menurunkan emisi dan memanfaatkan penangkapan karbon sudah tidak lagi menjadi pilihan melainkan sebuah keharusan.

Suara.com - Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, upaya untuk menurunkan emisi dan memanfaatkan penangkapan karbon sudah tidak lagi menjadi pilihan melainkan sebuah keharusan.

Mengingat low carbon initiatives dan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) sebelumnya menjadi kesepakatan antarnegara dalam COP26.

Namun dikatakan Dwi upaya menuju transisi energi harus didukung dengan roadmap yang jelas. Kepastian roadmap itu guna menghindari munculnya energi berbiaya mahal atau bahkan kelangkaan energi.

"Hal ini dikarenakan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia, pemenuhan energi yang terjangkau adalah sebuah keharusan. Sebagai upaya untuk mencapai smooth transition. Industri Hulu Migas berusaha memberikan karya terbaiknya melalui visi bersama untuk mewujudkan target pencapaian produksi jangka panjang," tutur Dwi di Nusa Dua, Bali, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: APRIL Group Dukung Realisasi Net Zero Emission Indonesia Pada 2060

Permasalahan tentang low carbon initiatives dan pengembangan migas non konvensional itu pula yang akan dibahas lebih medalam di The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021).

"Topik ini kami kedepankan agar pencapaian target produksi tahun 2030, juga berjalan seiring dengan capaian target pemerintah untuk menekan emisi karbon," ujar Dwi.

Dwi mengatakan untuk dapat menggali potensi migas yang ada, diperlukan investasi yang signifikan dan partisipasi aktif dari para pemain domestik dan internasional.

Untuk itu konvensi hulu migas terbesar di Indonesia ini diharapkan dapat menjadi platform bagi titik balik perubahan Industri Hulu Migas yang mampu memberikan tingkat imbal balik (IRR) proyek yang kompetitif, memberikan stabilitas peraturan, serta mampu mendorong kegiatan eksplorasi untuk giant discovery.

"Dan yang paling utama menciptakan ekosistem hulu migas yang bersinergi dengan Peta Jalan pengembangan Net Zero Emision pada tahun 2060 atau lebih cepat," tandas Dwi.

Baca Juga: Gelar IOG 2021, SKK Migas Selaraskan Visi Capai 1 Juta BOPD Di 2030

Komentar