alexametrics

Selasa Pagi IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Posisi 6.605

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Selasa Pagi IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Posisi 6.605
Pekerja memfoto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pembukaan pra perdagangan hari ini di buka masuk zona merah dengan turun ke posisi 6.605.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pembukaan pra perdagangan hari ini di buka masuk zona merah dengan turun ke posisi 6.605.

Melansir data RTI, Selasa (30/11/2021), IHSG diawal pra perdagangan dibuka turun 2,4 basis poin atau melemah 0,04 persen. Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib laju IHSG berbalik arah dengan menguat 11,7 basis poin ke posisi 6.620.

Sementara itu indeks LQ45 justru dibuka menguat pada awal pra perdagangan indeks ini naik tipis 0,1 basis poin atau 0,101persen ke posisi 950.

Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 21 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 68 trilium dan volume transaksi mencapai 3,4 ribu kali.

Baca Juga: Awal Pekan IHSG Ditutup Menguat 0,71 Persen ke Posisi 6.608

Sebanyak 200 saham menguat, 72 saham melemah dan 212 saham belum ditransaksikan.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG masih memiliki kecenderungan berada dalam rentang konsolidasi wajar.

"Potensi tekanan masih terlihat lebih besar dibanding dengan keinginan naiknya," kata William dalam analisanya.

Menurut dia masih minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG diakibatkan oleh perlambatan perekonomian juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola gerak IHSG.

"Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” ujarnya.

Baca Juga: Awal Pekan di Akhir November, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.552

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Komentar