Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Perjalanan Usaha Maersk: Perusahaan Raksasa Shipping Dunia

M Nurhadi

Rabu, 01 Desember 2021 | 08:08 WIB
Perjalanan Usaha Maersk: Perusahaan Raksasa Shipping Dunia
Ilustrasi (Unsplash/Galen)

Suara.com - A. P. Moller-Maersk Group atau umum dikenal sebagai Maersk adalah konglomerat internasional yang menjalankan usaha pengiriman (shipping) yang masuk dalam daftar perusahaan raksasa berdasarkan pendapatan menurut Fortune Global 500.

Maersk biasa mengirimkan bebagai jenis barang mulai dari minyak dan gas (migas) pembuatan kapal, retail, teknologi (IT), dan banyak lainnya. Pada 2020 lalu, mereka emiliki pendapatan total sebesar 39,19 miliar dolar AS.

Meski dikenal sebagai 'pemain multi nasional', Maersk saat ini tengah mengalami masa sulit karena rugi sekitar 102,7 persen dari tahun lalu disebabkan penurunan untung hanya 84 juta dolar.

Dilansir Funding Universe dan Companies History, awalnya, grup konglomerat ini memang perusahaan pengiriman dengan nama Dampskibsselskabet Svendborg yang didirikan oleh Kapten Peter Maersk-Moller dan anaknya Arnold Peter Moller di Svendborg, Denmark tahun 1904. 

Mollers membeli kapal pertama mereka yakni sebuah kapal uap bekas dengan kapasitas bobot mati 2.200 ton yang dinamai Svendborg.

A.P. Moller kemudian mendirikan perusahaan kapal uapnya sendiri pada 1912. Pada gilirannya Maersk-Moller dan anaknya berjalan bersama dalam industri kapal.

Selanjutnya, A.P. Mollerlah yang menjalankan bisnis keluarga tersebut. Sejumlah divisi dimainkan perusahaan miliknya meliputi industrial, retail, transportasi udara, dan IT.

A.P. Moller secara resmi mengadopsi nama Maersk untuk operasi pengirimannya pada tahun 1928, ketika meluncurkan layanan kapal penumpang dan kargo baru yang beroperasi antara Amerika Serikat dan Asia. Nama "Maersk" adalah nama gadis ibu Peter Moller, dan itu sendiri diperkirakan berasal dari kata Denmark "marsk" (rawa).

Maersk sekarang berlayar untuk menaklukkan lautan dunia, memantapkan dirinya sebagai nama pengiriman utama. Saat ini, perusahaan menambah operasi kapal tanker pertamanya, dengan lima kapal tanker bergabung dengan 35 armada kapal perusahaan. Pada awal tahun 1930-an, total kapasitas bobot mati Moller telah mencapai 160.000 ton. Pada akhir dekade itu, armada perusahaan telah membengkak menjadi 46 kapal.

baca juga

Generasi berikutnya dari keluarga Moller bergabung dengan perusahaan pada tahun 1940 ketika Maersk McKinney Moller, putra A.P. Moller, yang saat itu berusia 26 tahun, ditunjuk sebagai mitra perusahaan. Namun karir Moller yang lebih muda hampir terputus bahkan sebelum dimulai.

Lengan pembuatan kapal A.P. Moller menerima dorongan pada pertengahan 1950-an ketika diberikan kontrak untuk membangun sejumlah kapal tanker 50.000 ton untuk California Shipping Company.

Namun galangan Odensk terlalu kecil untuk menampung kapal tanker sebesar ini, dan pada tahun 1957 perusahaan memulai pembangunan galangan baru, di Lindo, sehingga pada tahun 1959, memberikan kapasitas pembuatan kapal perusahaan hingga 200.000 ton.

Mengutip dar Warta Ekonomi, Maersk pada 1969 memulai pembangunan dok kering baru yang mampu membangun kapal dengan kapasitas hingga 650.000 ton, dan pada tahun 1973 perusahaan telah menyelesaikan pembangunan kapal 330.000 ton.

A.P. Moller go public pada tahun 1982, mendaftarkan dua perusahaan yang beroperasi, Aktieselskabet Dampskibsselskabet Svendborg dan Dampskibsselskabet af 1912, Aktieselskab, di bursa saham Kopenhagen, sementara A.P. Moller sendiri tetap merupakan kemitraan yang dikendalikan keluarga dan dalam kendali perusahaan atas kerajaan bisnisnya yang beragam. Perusahaan terus tumbuh kuat sampai tahun 1980-an.

A.P. Møller pada tahun 1985, menambah bisnis perkapalannya dengan mengakuisisi Norfolkline. Didirikan pada tahun 1960, Norfolkline mengoperasikan layanan logistik dari pintu ke pintu, dengan penekanan pada produk beku, di Eropa, dan juga mengoperasikan jalur feri antara Inggris dan benua.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Pernyataan Bos Moderna, Harga Minyak Dunia Anjlok

Gara-gara Pernyataan Bos Moderna, Harga Minyak Dunia Anjlok

Bisnis | Rabu, 01 Desember 2021 | 07:15 WIB

Dampak Permintaan Tinggi, Harga Referensi CPO Naik Pada Desember 2021

Dampak Permintaan Tinggi, Harga Referensi CPO Naik Pada Desember 2021

Bisnis | Rabu, 01 Desember 2021 | 07:05 WIB

Larangan Minyak Goreng Curah di Kota Minyak, Pemkot Akui Tunggu Juknis Pemerintah Pusat

Larangan Minyak Goreng Curah di Kota Minyak, Pemkot Akui Tunggu Juknis Pemerintah Pusat

Kaltim | Selasa, 30 November 2021 | 21:36 WIB

Di Kapuas Hulu, Harga Minyak Goreng Kemasan Satu Liter Sentuh Rp 25 Ribu

Di Kapuas Hulu, Harga Minyak Goreng Kemasan Satu Liter Sentuh Rp 25 Ribu

Kalbar | Selasa, 30 November 2021 | 16:04 WIB

Kenaikan Harga Minyak Goreng Sulitkan Masyarakat, BPKN Minta Pemerintah Bergerak

Kenaikan Harga Minyak Goreng Sulitkan Masyarakat, BPKN Minta Pemerintah Bergerak

Bisnis | Selasa, 30 November 2021 | 13:35 WIB

Persoalan Riki Pambudi, Fakhri Husaini: Saya Harus Percaya Semua Pemain

Persoalan Riki Pambudi, Fakhri Husaini: Saya Harus Percaya Semua Pemain

Kaltim | Selasa, 30 November 2021 | 12:40 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB