Dewan Energi Minta K3S Jalankan Langkah Pengurangan Emisi Karbon Di Hulu Migas

Rabu, 01 Desember 2021 | 13:46 WIB
Dewan Energi Minta K3S Jalankan Langkah Pengurangan Emisi Karbon Di Hulu Migas
Ilustrasi emisi rumah kaca. [Marcinjozwiak/Pixabay]

Suara.com - Dewan Energi Nasional (DEN) berkomitmen turut mengatasi perubahan iklim. Anggota DEN Satya Widya Yudha berujar, target ratifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia pada tahun 2030 adalah 29 persen sebagai upaya nasional dan 41 persen merupakan dukungan internasional.

Kata dia, 38 persen target reduksi emisi berasal dari sektor energi dan Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 314 – 446 juta ton CO2 di tahun 2030.

Adapun upaya pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi ialah melaksanakan rencana aksi mitigasi di sektor energi dengan target penurunan emisi GRK sebesar 314,03 juta ton CO2 di 2030 melalui pemanfaatan energi terbarukan (170,4 juta ton CO2).

Langkah lainnya, yakni konservasi energi (96,3 juta ton CO2), pembangkit energi bersih (31,8 juta ton CO2), fuel switching (10,02 juta ton CO2), dan reklamasi pasca tambang (5,46 juta ton CO2), pengurangan fugitive gas (industri migas), menuju zero flaring dan venting, penerapan CCS (Carbon Capture and Storage) dan CCUS (Carbon Capture Utilization and Storage) serta peningkatan kendaraan listrik.

Dalam paparannya Satya mengatakan banyak upaya yang harus dilakukan di sektor hulu Migas untuk mengurangi emisi karbon.

"Dimulai dari, pengeboran, flaring, fugitive emission/venting CH4, crude transport, refinery heat and power system, hydrogen production/FCC emission, fugitive emission CH4," ujar Satya dalam International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas Concurrent Forum (IOG) 2021, Rabu (1/12/2021).

Satya menegaskan, bahwa DEN mendukung tahapan-tahapan yang dilakukan SKK Migas melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang diperlukan, pengelolaan energi yang efisien, zero routine flaring, pengurangan emisi yang fugitive, melakukan reforestrasi, penerapan teknologi CCS/CCUS.

"Langkah ini perlu dijalankan oleh seluruh KKKS di Indonesia," katanya.

Satya menambahkan Indonesia membutuhkan dukungan dan kontribusi internasional dari negara-negara maju. Pembiayaan dan pendanaan dari negara maju kata Satya merupakan game changer dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di negara berkembang.

Baca Juga: Perlu Inisiatif untuk Kejar Target Produksi Migas

"Sehingga Indonesia diharapkan akan dapat berkontribusi lebih cepat terhadap emisi nol bersih dunia," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI