Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Meski PPKM Level 3, 15 Juta Orang Diprediksi Bakal Nekat Liburan Nataru

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 01 Desember 2021 | 14:29 WIB
Meski PPKM Level 3, 15 Juta Orang Diprediksi Bakal Nekat Liburan Nataru
Calon penumpang berswafoto sebelum memasuki rangkaian kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis(10/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut masih ada masyarakat yang nekat untuk melakukan perjalanan di masa libur Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru).

Hal ini diketahui, setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan survei kepada masyarakat terkait masa libur Nataru.

Menhub melakukan dua kali survei untuk mengetahui minat perjalanan masyarakat selama musim libur nataru. Survei pertama, papar Menhub, masih ada 19,97 juta orang di Jawa dan Bali yang akan melakukan perjalanan selama masa libur Nataru.

"Survei pertama di bulan oktober dominasi dari masyarakat Jawa-Bali, masih ada pergerakan 12,8% atau di jabodetabek 13,5%, di nasional ada 19,97 juta dan di jabodetabek 4,4 juta yang ingin mudik," ujar Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (1/12/2021).

Budi melanjutkan, dalam survei kedua yang dilakukan pada November yang mendapatkan tiga hasil yang berbeda.

Ia menjelaskan, jika pemerintah hanya mengetatkan pembatasan jumlah angkutan umum, maka akan ada 16 juta orang yang akan tetap melakukan perjalanan di nataru.

Sedangkan, jika pemerintah menetapkan PPKM di level 3, maka akan ada 15 juta orang tetap melakukan perjalanan di nataru.

"Tetapi kalau kita melakukan pelarangan mobilitas maka turun lagi 10 juta orang (melakukan perjalanan nataru)," tutur Budi.

Mantan Bos Angkasa Pura II ini, dari sisi wilayah Jabodetabek, jika pemerintah hanya membatasi jumlah penumpang, maka sebanyak 4 juta orang tetap nekat melakukan perjalanan di nataru.

"Kalau menerapkan PPKM level 3 masih ada 3,5 juta orang bepergian, dan kalau dilakukan pelarangan masih ada, 6 juta orang," ucap dia.

Melihat hasil data ini, Budi menilai memang telah ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan, tetapi potensi lonjakan penularan masih tetap ada.

"Melihat jumlah yang ingin bergerak itu sebanyak 10 juta atau dari jakarta 2,6 juta jumlah itu sangat signifikan mengakibatkan suatu lonjakan covid di daerah atau di Jakarta," pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapkan PPKM Level 3 saat Nataru, Pelajar Palembang Tak Diliburkan

Terapkan PPKM Level 3 saat Nataru, Pelajar Palembang Tak Diliburkan

Sumsel | Rabu, 01 Desember 2021 | 13:47 WIB

Menhub Budi Karya Sebut 19,9 Juta Penduduk Ingin Mudik Nataru di Masa Pandemi

Menhub Budi Karya Sebut 19,9 Juta Penduduk Ingin Mudik Nataru di Masa Pandemi

News | Rabu, 01 Desember 2021 | 13:05 WIB

3 Film Natal yang Wajib Kamu Tonton Bersama Keluarga Selama PPKM

3 Film Natal yang Wajib Kamu Tonton Bersama Keluarga Selama PPKM

Your Say | Rabu, 01 Desember 2021 | 12:20 WIB

Terkini

Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100

Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 10:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:55 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:50 WIB

Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya

Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:47 WIB

Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran

Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:40 WIB

Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan

Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:34 WIB

Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur

Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:18 WIB

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:16 WIB

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:13 WIB

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:05 WIB