Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Meski PPKM Level 3, 15 Juta Orang Diprediksi Bakal Nekat Liburan Nataru

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 01 Desember 2021 | 14:29 WIB
Meski PPKM Level 3, 15 Juta Orang Diprediksi Bakal Nekat Liburan Nataru
Calon penumpang berswafoto sebelum memasuki rangkaian kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis(10/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut masih ada masyarakat yang nekat untuk melakukan perjalanan di masa libur Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru).

Hal ini diketahui, setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan survei kepada masyarakat terkait masa libur Nataru.

Menhub melakukan dua kali survei untuk mengetahui minat perjalanan masyarakat selama musim libur nataru. Survei pertama, papar Menhub, masih ada 19,97 juta orang di Jawa dan Bali yang akan melakukan perjalanan selama masa libur Nataru.

"Survei pertama di bulan oktober dominasi dari masyarakat Jawa-Bali, masih ada pergerakan 12,8% atau di jabodetabek 13,5%, di nasional ada 19,97 juta dan di jabodetabek 4,4 juta yang ingin mudik," ujar Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (1/12/2021).

Budi melanjutkan, dalam survei kedua yang dilakukan pada November yang mendapatkan tiga hasil yang berbeda.

Ia menjelaskan, jika pemerintah hanya mengetatkan pembatasan jumlah angkutan umum, maka akan ada 16 juta orang yang akan tetap melakukan perjalanan di nataru.

Sedangkan, jika pemerintah menetapkan PPKM di level 3, maka akan ada 15 juta orang tetap melakukan perjalanan di nataru.

"Tetapi kalau kita melakukan pelarangan mobilitas maka turun lagi 10 juta orang (melakukan perjalanan nataru)," tutur Budi.

Mantan Bos Angkasa Pura II ini, dari sisi wilayah Jabodetabek, jika pemerintah hanya membatasi jumlah penumpang, maka sebanyak 4 juta orang tetap nekat melakukan perjalanan di nataru.

baca juga

"Kalau menerapkan PPKM level 3 masih ada 3,5 juta orang bepergian, dan kalau dilakukan pelarangan masih ada, 6 juta orang," ucap dia.

Melihat hasil data ini, Budi menilai memang telah ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan, tetapi potensi lonjakan penularan masih tetap ada.

"Melihat jumlah yang ingin bergerak itu sebanyak 10 juta atau dari jakarta 2,6 juta jumlah itu sangat signifikan mengakibatkan suatu lonjakan covid di daerah atau di Jakarta," pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapkan PPKM Level 3 saat Nataru, Pelajar Palembang Tak Diliburkan

Terapkan PPKM Level 3 saat Nataru, Pelajar Palembang Tak Diliburkan

Sumsel | Rabu, 01 Desember 2021 | 13:47 WIB

Menhub Budi Karya Sebut 19,9 Juta Penduduk Ingin Mudik Nataru di Masa Pandemi

Menhub Budi Karya Sebut 19,9 Juta Penduduk Ingin Mudik Nataru di Masa Pandemi

News | Rabu, 01 Desember 2021 | 13:05 WIB

3 Film Natal yang Wajib Kamu Tonton Bersama Keluarga Selama PPKM

3 Film Natal yang Wajib Kamu Tonton Bersama Keluarga Selama PPKM

Your Say | Rabu, 01 Desember 2021 | 12:20 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×