Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Dicky Prastya

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
Ilustrasi kondisi ekonomi. Foto: Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Tenaga Ahli Bakom RI, Fithra Faisal, menyatakan ekonomi Indonesia mengalami empat tekanan berat atau quadruple whammy pada Juli 2026.
  • Empat indikator tersebut meliputi defisit neraca perdagangan, kontraksi indeks manufaktur, kenaikan inflasi, serta penurunan indeks keyakinan konsumen nasional.
  • Pemerintah merespons kondisi tersebut melalui stimulus senilai Rp26,34 triliun serta kebijakan pemotongan harga gas dan tarif impor bahan baku.

Suara.com - Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan kalau kondisi ekonomi Indonesia dihantam empat tekanan sekaligus, atau yang disebut sebagai quadruple whammy.

Fithra menjelaskan bahwa situasi ekonomi saat ini sedang tidak berada dalam kondisi yang ideal akibat akumulasi data rilis terkini yang berada di zona kontraksi dan perlambatan.

"Kita melihat data-data terakhir ini menghadirkan concern atau kekhawatiran buat kita semua. Bisa disebut bukan hanya triple, tetapi quadruple whammy," ujar Fithra dalam acara Bisnis Indonesia Forum yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Fithra merinci empat indikator ekonomi utama yang menjadi komponen dari hantaman beruntun tersebut. Pertama yakni runtuhnya surplus neraca perdagangan 72 hari berturut-turut sejak pertengahan tahun 2020.

Ia memaparkan, neraca perdagangan Indonesia akhirnya terjungkal ke zona defisit sebesar 1,6 miliar dolar AS. Pembengkakan defisit migas mencapai 3,8 miliar dolar AS, serta anjloknya ekspor non-migas sebesar 4,5 persen menjadi pemicu utama berakhirnya era surplus tersebut.

Kedua yakni Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur, yang mana angkanya terkontraksi ke level 46,9. Menurutnya, angka yang di bawah ambang batas ekspansi (50,0) ini menunjukkan bahwa para pelaku industri mulai menahan diri untuk melakukan ekspansi akibat lonjakan ongkos produksi, terutama dari sektor energi.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai bahwa temuan awal penelitian ini bahwa MBG dapat berperan sebagai instrumen pengurang tekanan pengeluaran harian keluarga kelas menengah yang relatif rentan tertekan dampak ekonomi. Foto ist.
Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi. Foto ist.

Ketiga yakni faktor inflasi. Fithra mengatakan tekanan dari sisi produsen mulai merembet ke konsumen, di mana tingkat inflasi nasional tercatat merangkak naik dari posisi sebelumnya di angka 3,08 persen menjadi 3,34 persen.

Keempat yaitu anjloknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) atau Consumer Confidence Index. Angka ini dilaporkan ikut merosot tajam ke level 117,8 dari posisi sebelumnya yang berada di 120,9. Penurunan ini mencerminkan pudarnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Guna meredam efek domino dari quadruple whammy ini agar tidak memicu perlambatan ekonomi yang lebih dalam, Fithra memaparkan sejumlah langkah intervensi taktis dari sisi penawaran (supply-side intervention) yang tengah dikebut oleh pemerintah.

baca juga

Dalam jangka pendek, pemerintah menggelontorkan paket stimulus senilai Rp26,34 triliun pada Semester II, dengan alokasi khusus Rp2 triliun untuk intervensi sektor transportasi dan pos produksi hulu.

Kebijakan ini dibarengi dengan pemotongan harga gas industri (LNG) dari puncaknya yang sempat menyentuh 23 MMBTU menjadi dipatok maksimal 13 MMBTU, serta pembebasan tarif impor untuk input produksi vital seperti komponen plastik dan bahan baku lainnya.

"Melalui langkah-langkah fiskal ini, pemerintah berupaya meringankan beban biaya yang ditanggung produsen. Dengan begitu, kita harapkan laju kontraksi industri dapat ditekan dan roda ekonomi nasional kembali stabil di tengah ketidakpastian global," pungkas Fithra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis

Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:13 WIB

Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×