- Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp18.128 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.
- Penurunan nilai rupiah disebabkan oleh rendahnya indeks kepercayaan konsumen, penjualan ritel, serta ketegangan geopolitik Timur Tengah.
- Rupiah diprediksi akan terus tertekan pada kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 dalam perdagangan hari Jumat, 10 Juli 2026.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp18.128 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (9/7/2026). Bahkan di Asia, rupiah kembali jadi salah satu mata uang dengan performa paling buruk.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 114 poin atau 0,63 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.014 per dolar AS. Nilai tukar rupiah sudah melewati angka psikologis Rp18.000 pada Rabu kemarin.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan dari rupiah anjlok semakin dalam akibat sentimen-sentimen domestik, terutama akibat turunnya indeks kepercayaan konsumen dan melemahnya penjualan ritel.
"Dari domestik, menurunnya indeks kepercayaan konsumen dan penjualan ritel Indonesia menekan rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Selain sentimen domestik, faktor global juga menekan mata uang Garuda. Salah satunya eskalasi geopolitik di Timur Tengah terus terjadi yang memicu harga minyak dunia.
"Sedangkan dari eksternal tertekan oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Tidak ada data ekonomi penting besok baik dari internal maupun eksternal, investor akan terus memantau perkembangan seputar Timur Tengah, menyusul pernyattan Trump yang mengakhiri gencatan senjata," katanya.
Untuk itu, Rupiah diperkirakan masih akan tertekan dalam rentang 18050-18200 dalam perdagangan Jumat 10 Juli 2026 besok.
Sementara itu, mata uang di Asia bervariasi. Salah satunya, dolar Taiwan berada satu level lebih baik dari rupiah setelah ditutup anjlok 0,45 persen. Diikuti won Korea Selatan yang terkoreksi 0,27 persen. Berikutnya, peso Filipina terlihat ditutup turun 0,19 persen.
Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,15 persen. Yen Jepang dan baht Thailand yang sama-sama menguat 0,14 persen.
Rupee India juga menanjak 0,11 persen dan dolar Singapura yang terangkat 0,05 persen. Dolar Hong Kong menguat tipis 0,005 persen sedangkan ringgit Malaysia bergerak stabil dengan kecenderungan melemah tipis di sore ini.