alexametrics

PGN Sepakati Sembilan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi, Ini Rinciannya

M Nurhadi
PGN Sepakati Sembilan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi, Ini Rinciannya
Karyawan PT Transgasindo anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan pengecekan rutin instalasi stasiun matering di Pulau Pemping, Batam, Kepri. Stasiun matering Pulau Pemping merupakan pintu utama ekspor gas ke Singapura yang berasal dari gas produsen di Grissik, Sumatera Selatan (Antara)

"Kami mengintegrasikan infrastruktur dari Sumatera bagian utara hingga Jawa Timur agar penyaluran gas bumi ke berbagai segmen semakin fleksibel dan handal," kata Heru.

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menyepakati sembilan perjanjian jual beli gas bumi demi ketahanan pasokan gas bumi di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

PGN bersepakat melalui The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 yang diselenggarakan oleh SKK Migas di Bali pada 29 November sampai 1 Desember 2021.

"Kami mengintegrasikan infrastruktur dari Sumatera bagian utara hingga Jawa Timur agar penyaluran gas bumi ke berbagai segmen semakin fleksibel dan handal," kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan di Badung, Bali, Rabu.

Subholding Gas Pertamina menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan Letter of Agreement (LoA) dengan produsen hulu untuk mendukung daya saing industri dan menjaga ketahanan pasokan gas bumi di IOG 2021.

Baca Juga: Gandeng Kementerian ESDM, PGN Pastikan Keselamatan Industri Migas

Subholding Gas Pertamina dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang menandatangani perjanjian jual beli gas dengan total volume sebesar 34,8 BBTUD.

Gas bumi dari PHE Jambi Merang akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas bumi, kilang, kelistrikan, dan industri di wilayah Sumatera Tengah, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, dan Jawa Barat.

Perjanjian jual beli gas ditandatangani oleh Direktur PHE Jambi Merang Jaffee Arizon, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan, Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro, dan Direktur Utama Pertagas Niaga Aminuddin.

Selain itu, PGN dan Saka Energi Muriah Limited menandatangani PJBG untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sektor kelistrikan dan industri di wilayah Jawa dengan volume 10-12 BBTUD dari Wilayah Kerja Muriah.

PGN dengan ConocoPhillips Grissik Limited (CPGL) dan Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd (Medco) juga menandatangani LoA untuk implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) atas Kepmen ESDM 135K/ 2021 dan 134K/ 2021.

Baca Juga: Dalam Ajang ADNEC Abu Dhabi, PGN Pamerkan Digitalisasi Penyaluran Gas

Adapun rincian dokumen LoA antara PGN dengan mitra produsen hulu yang ditandatangani yaitu sebagai berikut:

Komentar