alexametrics

Kolaborasi dan Teladan Nyata, Kunci Membangun Ekosistem Kewirausahaan Pemuda

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Kolaborasi dan Teladan Nyata, Kunci Membangun Ekosistem Kewirausahaan Pemuda
Ilustrasi kolaborasi. (Envato)

Pemerintah terus mencari peluang membangun ekosistem kewirausahaan.

Suara.com - Peran pemuda sangat sentral dalam pembangunan nasional, apalagi saat ini Indonesia memasuki rentang waktu dimana jumlah penduduk usia produktif akan berada di titik tertinggi atau bonus demografi. Kondisi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya, dengan cara mendorong kewirausahaan pemuda.

Pemerintah terus mencari peluang membangun ekosistem kewirausahaan khususnya bagi generasi muda, guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi demografi tersebut. Upaya membangun ekosistem kewirausahaan bagi pemuda dikembangkan pemerintah secara lintas kementerian dengan mengedepankan kolaborasi bersama banyak pihak.

Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Pemetaan dan Penelusuran IPTEK Kementerian Pemuda dan Olahraga, Yossi Ahmad Falah dalam Dialog Produktif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB-9) - KPCPEN, pada Kamis, (2/12/2021).

Pembangunan ekosistem dimaksud, dikatakan Yossi, bukan hanya terkait permodalan.

Baca Juga: Dikenal Internasional, Ini 7 Penyanyi Indonesia yang Berkolaborasi dengan Seleb Korea

“Sebagai regulator, kita juga bertanggung jawab untuk mencari jalan keluar, sebagai fasilitator. Bukan hanya menjawab tantangan permodalan namun juga bisa memberikan akses,” paparnya.

Karena itu, ia menekankan, pihaknya sangat membutuhkan masukan dari para pemuda, agar dapat membangun ekosistem yang sesuai dan menjawab kebutuhan yang ada secara tepat sasaran.

"Jangan sungkan memberikan masukan," katanya.

Yossi juga menjelaskan bahwa pemerataan pelayanan kepemudaan ke seluruh Indonesia adalah tugas yang harus dilakukan. Untuk menjawab tantangan itu, selain merangkul kementerian terkait yang memiliki akses ke pemuda-pemuda di daerah, pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Daerah. Hal ini, agar pelayanan kepemudaan bisa merangkul pemuda di kantong-kantong yang belum tersentuh.

Selain permodalan, akses, pembinaan, dan pemerataan, Yossi menambahkan perlunya mengembangkan mental wirausaha yang juga bisa diperkuat melalui dukungan keluarga dan lingkungan. Maka itu, ia juga mengharapkan peran aktif dari mereka yang sudah berhasil untuk turut membangun ekosistem kewirausahaan bagi generasi muda.

Baca Juga: 5 Anggota Ormas PP Jadi Tersangka Baru karena Keroyok AKPB Karosekali

“Para pemuda yang sudah berhasil, diharapkan bisa merangkul para pemuda lainnya, paling tidak menularkan virus kebaikan,” tutur Yossi.

Kesempatan yang sama, Founder & CEO Young On Top, Director Kejora SBI Orbit Indonesia, Billy Boen membenarkan bahwa anak muda sangat berpotensi menjadi penggerak ekonomi bangsa, apalagi bisa melihat animo dan antusiasme para calon wirausahawan dan pelaku UMKM muda melalui perusahaan dan komunitas yang dipayungi pihaknya. Ia pun sangat mendukung fokus pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

Komentar